Pernyataan ini merujuk pada ayat Al Qur'an Surat Ad-Dukhan ayat 29 bahwa hujan saat pemakaman dianggap sebagai tanda rahmat dan keberkahan bagi almarhum, seolah langit turut "menangis" mengiringi kepergian hamba yang dicintai Allah.
"Langit dan bumi tidak menangisi mereka (Fir'aun dan kaumnya) dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu." (QS. Ad-Dukhan: 29)
Dalam islam, turunnya hujan menjadi suatu pertanda baik dan rahmat bagi semua umat. Turunnya hujan juga diartikan sebagai salah satu tanda "langit menangisi kematian mukmin" yang meninggalkan kebaikan semasa hidupnya.
Ibnu Abbas, sahabat Rasulullah pernah berkata bahwa bumi pun ikut kehilangan dengan munculnya tanda-tanda alam berupa hujan karena salah satu hamba Allah berpulang.
"Apakah langit dan bumi dapat menangisi seseorang? Ibnu Abbas berkata, 'Iya. Apabila mukmin meningal akan tertutuplah pintu rezeki dan amal kebaikannya naik sehingga langitpun menangis."
"Dan bumi pun kehilangan tempat yang si hamba itu biasa sholat dan berdzikir padanya. Adapun Fir'aun dan kaumnya tidak meninggalkan bekas yang baik dan tidak pula memiliki kebaikan yang naik kepada Allah sehingga langit dan bumi tidak ikut menangisi mereka." (Tafsir Ath Thobari)
Dalam Islam, turunnya hujan saat pemakaman kerap dikaitkan dengan tanda kebaikan. Beberapa ulama menafsirkan bahwa hujan adalah simbol rahmat Allah, sebagaimana air hujan membersihkan dan menyuburkan bumi.
Banyak umat Islam mempercayai bahwa hujan saat pemakaman menandakan husnul khatimah (akhir yang baik) bagi almarhum.
Pandangan ini diperkuat dari pengakuan Anies Baswedan yang mengenal Baim sebagai sosok yang selalu menebar kebaikan semasa hidupnya.
"Almarhum adalah sosok yang tenang, hangat, dan penuh kebaikan dalam kesehariannya. Dikenal sebagai sosok yang terbuka dan senang bergurau sebagai teman diskusi," ungkap Anies melalui unggahan di akun Instagram @aniesbaswedan.
"Yang pasti, ia menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. InsyaAllah beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah, pulang dalam kondisi terbaik," imbuhnya.
Prosesi pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf menjadi momen penuh makna dan syahdu. Meski cuaca dingin karena diiringi hujan, tetapi kehadiran keluarga dan sahabat turut memberikan kehangatan bagi keluarga yang kehilangan.
Artikel Terkait
Sang Suami Meninggal Dunia Karena Stroke, Intip Perjalanan Cinta Najwa Shihab dan Ibrahim Sjarief Assegaf
Momen Haru Deddy Corbuzier Melayat ke Rumah Duka Najwa Shihab, Kenang Pertemuan Pertama hingga Keinginan Terakhir Ibrahim Assegaf Sebelum Wafat
Anak Najwa Shihab dan Ibrahim Sjarief Assegaf Umur Berapa? Profil Izzat Assegaf yang Jarang Disorot: Pendidikan, Karier
Anak Najwa Shihab Lulusan Mana? Inilah Sosok Izzat Assegaf yang Punya Riwayat Pendidikan Super Mentereng
Cek Fakta! Berapa Usia Suami Najwa Shihab Sebenarnya, Pihak Keluarga Sampaikan Klarifikasi Umur dan Kronologi Meninggalnya Ibrahim Sjarief Assegaf
Armand Maulana Turut Beberkan Riwayat Penyakit Ibrahim Assegaf, Dekat dengan Keluarga Najwa Shihab?