Yakni beras yang kualitasnya di bawah beras yang kita makan sehari-hari.
“Jenis beras apa yang anda makan, itulah yang anda keluarkan. Nggak boleh turun, kalau turun nggak sah,” jelas Buya Yahya.
Turun yang dimaksud yakni kualitas yang lebih rendah dari beras yang biasa dikonsumsi.
Buya Yahya pun memberi contoh, terdapat 3 level jenis beras, di mana level 1 adalah yang paling bagus.
Jika anda biasa mengonsumsi beras level 2, makan saat membayar zakat fitrah dengan beras, pakailah beras level 2 atau di atasnya, yakni level 1.
Anda tidak boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan beras level 3 karena secara kualitas, lebih rendah dari beras yang anda konsumsi sehari-hari.
“Di saat anda makan level 2, anda tidak boleh mengeluarkan level 3,” imbuh Buya Yahya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Amalan Doa Kyai Achmad Chalwani Dibaca 3 Kali Setelah Sholat, Manfaatnya Sangat Dahsyat untuk Setiap Orang
Khutbah Jumat NU Ramadhan 21 Maret 2025: Cara Mencapai Keikhlasan selama Beribadah Puasa di Bulan Suci
Apa Itu I’tikaf Selama Ramadhan? Pengertian, Hukum, dan Cara Melakukannya di Masjid
Berapa Lama Waktu I’tikaf Selama Ramadhan? Ini Ketentuan Durasi, Bolehkah 24 Jam alias Seharian Penuh?
Kapan Malam Lailatul Qadar 2025? Melihat Tanda Alam hingga Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkannya, Habib Novel Alaydrus: Tiba-Tiba Hatinya...
Apa Saja Sunnah Hari Raya Idul Fitri? Ustadz Abdul Somad Sebut 6 Amalan Berpahala Saat Lebaran: Kalau Datang...