Sementara itu mahzab Hanafi memiliki pandangan yang berbeda.
“Dalam mahzab Hanafi, buat mereka hari ini mampu, senang dengan dikasihnya duit, dia bisa beli beras,” ungkapnya.
Baca Juga: Polemik Zakat untuk Program Makan Gratis: MUI Ingatkan Syariat, Istana Tegaskan APBN Cukup
Ia pun menambahkan, dalam kitab tersebut, untuk saat ini, Syekh Ali Jum’ah lebih condong kepada mahzab Hanafi.
“Kenapa? Dengan dibayarkan duit, maka dia nanti bisa beli beras. Kalau dibayarkan beras lalu dapat 1 goni, dia perlu duit, akhirnya beras itu dijual ke warung, malah harganya turun,” jelasnya lagi.
Sehingga, Syekh Ali Ju’ah lebih memilih untuk membayar zakat fitrah dengan uang untuk saat ini.
“Makanya kata Syekh Ali Jum’ah, untuk zaman sekarang pakai duit,” ujar ulama asal Sumatera itu.
Sementara itu, Ustadz Abdul Somad mengaku dirirnya hingga saat ini lebih memilih membayar zakat fitrah dengan menggunakan beras.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Nasihat Mbah Moen: 5 Hal yang Harus Dijaga agar Pekerjaan Berkah dan Hidup Tenang
Masihkan Boleh Makan dan Minum Saat Imsak dan Hanya Ada di indonesia? Begini Sejarah Imsak Menurut Ustad Abdus Somad
Baca 80 Kali! Sholawat Khusus di Hari Jumat, Ada 3 Keutamaan yang Sangat Mengejutkan
100 Kali Bacaan Amalan Ijazah Kyai Abdul Ghofur agar Anak Menjadi Pintar, Tidak Akan Nakal, dan Lebih Sopan
Jangan Sampai Keliru, Buka Puasa atau Sholat Maghrib Dulu? Inilah Jawaban Sesuai Ajaran Rasulullah SAW
3 Peristiwa Penting yang Terjadi Pada 17 Ramadhan, Sejarah Islam Mencatat Bukan Hanya Nuzulul Quran, tapi Ada...
Keutamaan Sholat Tarawih di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Ada Fadhilah Ini di Tiap Malam 21-30 Bulan Puasa