SektsaNusantara.id - Imsak adalah istilah yang sering kita dengar saat bulan Ramadhan.
Merujuk pada waktu beberapa menit sebelum azan subuh sebagai penanda untuk berhati-hati dalam mengakhiri sahur.
Namun, tahukah Anda bahwa konsep imsak tidak selalu ada dalam sejarah Islam dan penerapannya berbeda di berbagai negara?
Asal Usul Imsak
Menurut Ustad Abdus Somad (UAS) dikutip dari youtube Ustadz Abdul Somad Official, istilah imsak tidak dikenal pada zaman Nabi Muhammad SAW. Konsep ini mulai muncul pada periode mazhab Syafi'i.
Pada masa itu, imsak diperkenalkan sebagai "lampu kuning", sebuah peringatan untuk bersiap-siap mengakhiri makan sahur sebelum masuknya waktu subuh.
Perbedaan Praktik Imsak di Berbagai Negara
Menariknya, praktik imsak tidak diterapkan di semua negara Muslim. Ustadz Abdul Somad mencontohkan pengalamannya saat berada di Maroko, yang menganut mazhab Maliki.
Di sana, tidak ada konsep imsak; umat Muslim terus makan sahur hingga terdengar azan subuh. Dalam ceramahnya, UAS menggambarkan situasi di Maroko:
"Kami waktu di Maroko makan saja, makan, makan, makan, pas sedang makan Allahu Akbar Allahu Akbar, ditelan batal, dikeluarkan nyangkut, kumur-kumur," ungkap Ulama asal Sumatera Utara itu.
Baca Juga: Beginilah Sikap Ifan Seventeen Usai Resmi Jadi Dirut PFN, Gak Kuat Hadapi Hujatan?
Dasar Penetapan Waktu Imsak
Penetapan waktu imsak didasarkan pada hadis dari Zaid bin Tsabit RA, yang menyatakan bahwa jeda antara selesai sahur Nabi Muhammad SAW dan azan subuh adalah sekitar waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat Al-Quran, atau kira-kira 10 menit.
Inilah yang menjadi dasar penetapan waktu imsak 10 menit sebelum subuh.
Artikel Terkait
Iseng Incip Sedikit karena Takut Masakan Mengecewakan, Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Tentang Hukum Mencicipi Makanan Saat Puasa Ramadhan
Bangun Tidur Jangan Cuma Rebahan! Coba Doa dan Amalan Pagi dari Wali Songo
Saaih Halilintar Tuai Perdebatan Usai Kumandangkan Adzan di Hari Pertama Menempati Rumah Baru, Bagaimana Hukumnya Menurut Syariat Islam?
4 Amalan Wanita Haid di Malam Lailatul Qadar, Tetap Bisa Mendapat Pahala Bulan Ramadhan Walaupun Tidak Puasa dan Sholat
Menghina Makanan hingga Menyebutnya Tidak Enak, Bolehkah dalam Islam? Buya Yahya: Mencela Makanan Adalah Tanda Orang...
Kultum Ramadhan 2025: Ada yang Tetap Kerja di Hari Raya? Inilah THR, Cuti, dan Kewajiban Perusahaan Menurut Prinsip Keadilan dalam Islam
Hukum Sikat Gigi saat Puasa Ramadhan: Makruh atau Membatalkan? Ini Penjelasannya
Jangan Sampai Batal! Inilah 10 Hal yang Wajib Dihindari saat Puasa Ramadhan 2025
Hukum Menurut Islam Jika Perusahaan Tidak Berikan THR untuk Karyawan, Dalam Ilmu Fiqih Tunjangan Hari Raya Dikategorikan...
Nasihat Mbah Moen: 5 Hal yang Harus Dijaga agar Pekerjaan Berkah dan Hidup Tenang