SketsaNusantara.id - Sejarah Islam mencatat peristiwa perang yang terjadi di bulan Ramadhan. Bahkan, perang tersebut menjadi titik balik sejarah Islam.
Terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriyah (13 Maret 624 M), perang ini bukan sekadar pertempuran biasa, tetapi menjadi simbol kejayaan kaum muslimin.
Dengan jumlah pasukan yang jauh lebih kecil, hanya 313 orang, kaum Muslim menghadapi 950 pasukan Quraisy yang jauh lebih kuat.
Secara logika, pertempuran ini seharusnya menjadi kekalahan telak bagi kaum Muslim. Namun, keimanan yang kokoh, strategi yang cerdas, dan pertolongan Allah membalikkan segalanya.
Dalam peperangan ini, kaum Muslim tidak hanya bertahan, tetapi juga berhasil mengalahkan pasukan Quraisy.
Pertempuran ini membuktikan bahwa jumlah bukanlah segalanya, melainkan tekad dan keyakinan yang membuat perbedaan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari NU.or.id, perang tersebut adalah Perang Badar atau yang dikenal sebagai Ghazwah Badr al-Kubra, yang berarti "Perang Badar yang Agung".
Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan motivasi besar bagi kaum Muslim, tetapi juga menegaskan posisi Islam di jazirah Arab.
Salah satu faktor kemenangan kaum Muslim adalah semangat juang yang luar biasa.
Meskipun jumlah mereka jauh lebih sedikit, mereka bertempur dengan keyakinan penuh akan pertolongan Allah. Dalam Al Quran, disebutkan bahwa Allah mengirimkan pasukan malaikat untuk membantu kaum Muslim dalam pertempuran ini.
Kaum Quraisy mengalami kekalahan besar. Sebanyak 70 orang dari pihak Quraisy tewas, termasuk Abu Jahal, salah satu tokoh utama yang menentang Islam.
Artikel Terkait
Tradisi Ramadhan Berusia 1 Abad di Masjid Raya Medan, Bagi-Bagikan ‘Takjil’ Buka Puasa Keluarga Sultan, Apa Itu?
Jangan Makan atau Minum 6 Hidangan ini saat Sahur, Jadikan Ramadhan 2025 Semakin Sehat dan Berfaedah bagi Tubuh
Mulai Sering Tampil Pakai Hijab! Haruka Nakagawa Bagi Ucapan Menuaikan Ibadah Puasa Ramadhan 2025, Warganet: Ikut Puasa?
Sonny Septian Ungkap Kerinduan pada Mendiang Wati Siregar, Merasakan Puasa Ramadhan Perdana Tanpa Kehadiran Ibunya: Ini Berbeda...
Vadel Badjideh Jalani Ramadhan di Balik Jeruji Besi, Polisi Tambah Masa Tahanan 40 Hari: Tidak Memungkinkan untuk...