Kamis, 4 Juni 2026

Detik-Detik Terjadinya Peristiwa yang Mengubah Dunia saat Ramadhan, Kabar Besar untuk Rasulullah SAW

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 4 Maret 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi, gua hira, saksi sejarah tempat peristiwa yang mengubah dunia. (Pexels/Tsvetoslav Hristov)
Ilustrasi, gua hira, saksi sejarah tempat peristiwa yang mengubah dunia. (Pexels/Tsvetoslav Hristov)

SketsaNusantara.id - Bulan Ramadhan adalah waktu ketika Rasulullah Nabi Muhammad SAW mengalami sebuah peristiwa yang mengubah sejarah dunia.

Di usia 40 tahun, berdiam di dalam kesunyian Gua Hira, beliau menerima wahyu pertama yang menandai awal kenabiannya.

Dilansir dari NU.or.id, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum Hijriyah, atau sekitar awal Februari 610 Masehi menurut pakar astronomi Syekh Mahmud Basya.

Baca Juga: 7 Waktu Mustajab di Bulan Puasa Ramadhan Beserta Haditsnya, Perbanyak Doa dan Munajat untuk Mohonkan Hajat

Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad sering menyendiri di Gua Hira untuk berkhalwat.

Beliau menjauh dari hiruk-pikuk masyarakat dan tenggelam dalam ibadah. Ritual ini mirip dengan cara ibadah kakeknya, Nabi Ibrahim as.

Kadang-kadang, beliau tinggal di sana selama 10 hari, bahkan hingga satu bulan. Di tempat itu, beliau merenungi kehidupan, mencari makna yang lebih dalam dari keberadaan manusia.

Baca Juga: Viral, Bocah Ini Iseng Robohkan Pembatas Shaf Saat Jamaah Sujud Sholat Tarawih Ramadhan, Netizen Menyasar Pada Didikan Orang Tua!

Suatu malam yang tenang, di tengah ibadahnya, Nabi Muhammad tiba-tiba didatangi sosok yang belum pernah dikenalnya.

Sosok tersebut adalah malaikat Jibril. Dengan penuh wibawa, Jibril menyampaikan kabar besar,

“Bergembiralah wahai Muhammad, aku Jibril. Dan engkau adalah utusan Allah untuk umat ini.”

Baca Juga: Teuku Ryan Bocorkan Hal Ini Sebagai Persiapan Puasa Ramadhan Usai Jalani Umroh, Bakal Bukber dengan Moana dan Ria Ricis?

Jibril kemudian memerintahkan Nabi untuk membaca, “Iqra’!” Namun, Nabi menjawab dengan penuh kejujuran, “Mâ anâ bi qarî’in, aku tidak bisa membaca.” Perintah itu diulang hingga tiga kali, dan jawaban Nabi tetap sama. Setelah itu, Jibril membacakan lima ayat pertama dari Surat Al-‘Alaq:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5)

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X