Dengan demikian, sudah dipastikan harga bahan pokok atau sembako lainnya akan naik termasuk telur, bahkan sabun mandi, deterjen hingga pakaian dan juga kosmetik ikutan naik.
Tak hanya itu, masyarakat juga makin koar-koar di medsos usai harga bahan-bahan pokok seperti daging ayam, bawang-bawangan, sayur dan buah-buahan hingga produk susu cair meroket naik menjelang akhir tahun.
Baca Juga: PPN 12% Berlaku Mulai 2025, Pemerintah Tegaskan Perlindungan untuk Masyarakat Kecil
Hal tersebut menjadikan warganet mengungkit kembali janji kampanye Prabowo Subianto pada Pilpres (pemilihan presiden) pada awal tahun 2024 lalu yang berjanji "tidak akan menaikkan pajak" dan membuatnya jadi "efisien".
Warganet lantas menyerukan janji kampanye Prabowo "hanya omon-omon" karena nyatanya kini pajak tetap saja naik setelah dilantik jadi Presiden RI.
"Mengingatkan jika janji kampanye @prabowo yang katanya tidak Akan menaikkan Pajak ternyata hanya omon omon. Belum 100 hari udah ingkar janji, gimana 5 tahun kedepan," komentar akun X @DS_yantie.
"Omon-omon of the year. Prabowo 6 Desember 2024: PPN akan dijalankan sesuai UU, tapi selektif hanya untuk barang mewah. Untuk rakyat yang lain kita tetap lindungi, pemerintah tidak memungut yang seharusnya dipungut untuk membela, membantu rakyat kecil.' Kenyataannya, belum apa-apa semua bahan naik!" imbuh akun X @ARSIPAJA.
Tak hanya itu, ada pula warganet yang mengutip perkataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto yang menyebut program makan bergizi gratis yang jadi salah satu alasan PPN naik jadi PPN 12%.
Warganet juga menyebut kenaikan PPN 12% ini merupakan efek "keberlanjutan" dari kebijakan yang diwariskan Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat jadi Presiden RI 5 tahun lalu.
Hal ini mengutip pernyataan Menkeu, Sri Mulyani yang mengatakan bahwa PPN akan naik menjadi 12% mulai 1 Januari 2025 yang berlaku secara bertahap sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Tak hanya itu, warganet juga menuding Prabowo tak efisien karena mengangkat menteri dalam jumlah banyak hingga menyalahkan program makan bergizi gratis yang membuat anggaran negara makin membengkak.
"Katanya dulu mau buat efisien, malah jadi bingung. Pak Prabowo paham akan arti kata EFISIEN? Wong jumlah menterinya jumbo yang lebih mementingkan kuantitas bukan kualitas, maka pas jadinya julukan Omon2," komentar akun @lex_damai
"Alasannya melaksanakan kenaikan pajak 12 persen karena menjalankan undang-undang. UU yang dibuat saat pemerintahan presiden sebelumnya, lalu gak ada niatan Prabowo untuk merevisi atau membatalkan UU atau merevisinya, karena ya kan dia keberlanjutan dan dirasa menguntungkan untuk nambah pemasukan negara, apalagi makan siang gratis butuh anggaran besar, jadi tekor!" imbuh akun @yesmar_banu.
"Prabowo emang nggak naikin pajak. Yang naikin Mulyono (Jokowi). Aturan PPN 11% dan 12% ada di UU no 7/2021. Bayangin aja, udah nggak menjabat tapi Jokowi masih bisa ninggalin warisan yang bikin rakyat makin sengsara," pungkas akun @_xpecto_.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!