Beberapa pihak yang berpendapat bahwa guyonan berbasis fisik yang mungkin diterima dalam konteks tradisional kini harus ditinjau ulang karena dapat dianggap sebagai bentuk perundungan atau pelecehan verbal.
Guyonan Gus Miftah terhadap Yati Pesek dalam pagelaran wayang menyoroti perbedaan persepsi antara tradisi budaya dan norma modern.
Meski humor telah menjadi bagian integral dari pagelaran wayang, batasan-batasan tertentu tetap harus dijaga agar tidak menyinggung atau merugikan individu.
Dalam masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kesetaraan dan penghormatan, guyonan yang melibatkan fisik seseorang harus dikemas dengan bijak untuk tetap menjaga nilai seni, tanpa melanggar tata krama atau norma sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!