SketsaNusantara.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto akhirnya angkat bicara terkait surat undangan berstempel Kementrian Desa yang viral baru-baru ini.
Ia menepis tudingan menyalahgunakan kop dan stempel Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
“Itu bisa kita koreksi nanti itu, tapi sekali lagi tidak disalahgunakan ya, tidak dibelokkan ya,” ujarnya kepada awak media pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Mantan Anggota DPR RI tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada Mahfud MD yang mengritiknya terkait penggunaan kop dan stempel kementrian.
“Intinya saya terima kasih kepada Pak Mahfud yang sudah mengritik,” tuturnya kepada awak media seperti dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube Metro TV.
Ia pun berjanji, kejadian tersebut tidak akan terulang lagi.
“Insya Allah tidak akan kita ulangi lagi,” tandas suami calon Bupati Serang tersebut.
Sebelumnya, Yandri Susanto dan istri, Ratu Rachmatu Zakiyah dituding menyalahgunakan kop surat dan stempel Kementrian Desa PDT.
Keduanya jadi sorotan usai beredar surat undangan kepada seluruh Kepala Desa hingga Ketua RT di salah satu kecamatan di Serang untuk menghadiri haul (peringatan kematian) ibunda Yandri Susanto dan Hari Santri.