news

Gus Fawait-Djoko Susanto Tak Hadiri Acara Deklarasi Damai, DPC Demokrat Jember Soroti Ketidaktegasan KPU

Rabu, 25 September 2024 | 19:33 WIB
Mahathir Muhammad, Plt Ketua DPC Demokrat Jember. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - DPC Demokrat Kabupaten Jember menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, tidak menjalankan komitmen dengan baik usai tidak hadirnya pasangan calon Muhammad Fawait-Djoko Susanto dalam acara deklarasi damai.

Kejadian ini dimulai saat KPU Jember melakukan agenda deklarasi damai, menjelang pelaksanaan Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang.

Plt Ketua DPC Demokrat Jember Mahatir Muhammad mengatakan, dalam pelaksanaan seluruh tahapan dan agenda yang disiapkan, KPU Kabupaten Jember harus memiliki ketegasan dalam menegakkan aturan.

Baca Juga: Adanya Indikasi Ketidaknetralan Penyelenggara, PC PMII Jember Ingatkan KPU Jaga Integritas dan Dorong Bawaslu Perkuat Pengawasan Jelang Pilkada

“Termasuk dalam mengikuti komitmen-komitmen kesepakatan yang sudah dibangun sebelumnya, oleh kedua belah pihak LO,” ungkap Mahatir saat dikonfirmasi SketsaNusantara.id melalui telepon seluler, Rabu 25 September 2024.

Ia menerangkan, kesepakatan yang sudah diambil oleh masing-masing LO dan diamini oleh KPU yakni, dengan tidak boleh melakukan mobilisasi massa.

“Kesepakatan soal tidak boleh memobilisasi massa di acara semalem ini sudah disepakati, karena ini untuk menghindadi potensi ricuh,” imbuhnya.

Baca Juga: Jelang Masa Kampanye, BKSDM Kabupaten Jember Ingatkan ASN Bisa Kena Sanksi Berat Jika Terlibat

Dengan banyaknya massa yang hadir di lokasi acara deklarasi damai yang lebih dari kesepakatan, menurutnya itu bagian dari pengingkaran dan bentuk ketidaktegasan.

“Jadi wajar ketika ada yang menduga bahwa pembiaran kejadian tadi malam adalah bentuk keberpihakan. Tidak sulit kok membubarkan mereka. Mereka terorganisir, kenapa begitu?,” ungkapnya.

Mahatir menerangkan, jika kondisi massa semalam menggunakan atribut paslon, menggunakan alat pengeras suara dan menyanyikan yel-yel.

Baca Juga: Gelar Agenda Deklarasi Damai, Ini Jawaban KPU Jember saat Hanya Ada Satu Paslon yang Hadir

“Ini tidak mungkin jika tidak dikoordinir, apalagi dalam yel-yelnya ada muatan menyerang personal dan memprovokasi,” terangnya.

Munculnya provokasi ini sangat bertolak belakang, dengan agenda deklarasi damai yang menjadi tema besarnya dalam Pilkada ini.

Halaman:

Tags

Terkini