Sketsanusanta - Viral konflik melibatkan warga Manyar RW 3 dengan pengelola SMP Kristen Petra 2 dan SMA Kristen Petra 2 di Jalan Raya Manyar Tirtosari.
Kejadian tersebut telah beberapa hari berlalu, pemicu utama konflik warga Manyar dengan pengelola sekolah Petra diketahui terkait kenaikan iuran keamanan serta kemacetan lalu lintas sekitar area sekolah.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turut turun tangan menengahi konflik yang terjadi pada kedua belah pihak.
Dikutip SketsaNusantara.id dalam unggahan YouTube Armuji yang tayang pada 30 Juli 2024, menampilkan kondisi konflik warga dengan pengelola sekolah yang belum kondusif.
Sebelum mendatangi langsung tempat kejadian, Armuji memang sudah mendapat aduan dari sekolah Petra terkait RW di tempat sekolah itu berdiri.
Aduan tersebut berupa kenaikkan iuran keamanan secara sepihak dengan alasan sekolah yang dikelola Petra dianggap memakai jalan warga.
Pihak sekolah Petra merasa keberatan dengan besarnya nominal iuran yang dinaikkan secara sepihak oleh warga Manyar.
Sebelumnya pihak sekolah membayar iuran keamanan dengan nominal Rp100 juta untuk 4 kelurahan yang ada di Manyar.
"Awalnya iuran keamanan Rp25 juta per bulan naik jadi Rp32 juta dan Petra masih mau bayar, terus ini ada kenaikan lagi jadi Rp35 juta, akhirnya keberatan," kata Cak Muji
Baca Juga: Dua Anggota Pantarlih Meninggal Dunia saat Menjalankan Tugas, KPU Jatim Beri Santunan
Warga Manyar menjelaskan tentang kenaikan iuran keamanan untuk Sekolah Petra menjadi Rp35 juta untuk menaikkan gaji para satpam yang bertahun-tahun gajinya dibawah UMR.