Minggu, 19 Juli 2026

Viral! Konflik Warga Manyar dengan SMP Petra Surabaya, Cak Muji: Ini Jalan Umum, Bukan Jalan Warga!

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 11:45 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menengahi konflik antara warga Manyar dengan pengelola sekolah Petra (Tangkapan Layar YouTube Armuji)
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menengahi konflik antara warga Manyar dengan pengelola sekolah Petra (Tangkapan Layar YouTube Armuji)

Selanjutnya, pihak sekolah Petra menjelaskan bawasannya sekolah telah membayar hingga di nominal Rp32 Juta namun tidak bersedia membayar di atas itu.

Setelah merasa keberatan dan tidak membayar, dikatakan adanya ancaman dan intimidasi hingga aksi block jalan yang dilakukan oleh warga Manyar sebagai bentuk shock therapy kepada Petra.

Baca Juga: Detik-Detik Meita Irianty Bungkam Seribu Bahasa, Tersangka Kasus Kekerasan pada Anak Ramai Jadi Sorotan Netizen: Gak Ada Permintaan Maaf?

Selain itu, Pihak sekolah menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang tidak transparans merupakan salah satu fakto membuat sekolah tidak setuju untuk membayar iuran sebesar Rp35 Juta.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengatakan bahwa akar permasalah atau konflik warga Manyar dengan Petra adalah tidak sepakatnya besar nominal iuran keamanan.

Namun, buntut masalah tersebut menyebabkan persoalan lain seperti kemacetan panjang di Jalan Raya Manyar Tirtosari.

Baca Juga: Ada Penutupan Jalan dan Pengalihan Lalu Lintas Selama JFC 2024, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Digunakan dari Surabaya ke Banyuwangi atau Sebaliknya

"Jadi gini, ini kan tidak ada kecocok terhadap kenaikan iuran, intinya cuma itu tok, ujar Armuji

"Tak kasih tahu, ini masalah iuran bukan masalah warga, masalah iuran yang tidak cocok," tegas Armuji

Secara tegas juga Wakil Wali Kota Armuji mengatakan Jalan Raya Manyar Tirtosari merupakan jalan umum bukan jalan warga, jadi tidak diperbolehkan bagi warga mengklaim sebagai jalannya sendiri hingga menutup akses jalan tersebut.

Baca Juga: Gara-Gara Ulah Youtuber? Rumah Kosong di Semarang Ini Tak Laku Setelah Dijadikan Konten Horor, Ini Perkembangan Kasusnya yang Terbaru

"Kalau macet bisa diatur, ini jalan-jalan umum bukan jalan warga, yang tidak cocok adalah iuran bukan masalah kemacetan. kalau iurannya cocok warga ga ngomong kemacetan, intinya itu iurannya belum cocok," ucap Armuji

Menurut kabar beredar, bahwa pihak sekolah Petra akak membawa ke jalur hukum jika warga terus memaksa pembayaran iuran yang dinaikkan menjadi Rp35 Juta.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Youtube Armuji

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X