Warga merasa keberatan Rp 25 juta per bulan. Rp 100 juta dibagi 4 RW, per RW mendapat Rp 25 juta. Awalnya Rp 32 juta dibayar dan ada kenaikan tidak dibayar.
Sementara, pihak Petra menganggap pertanggungjawaban atas uang iuran keamanan itu tidak jelas dan Petra menemukan dugaan dugaan penyalahgunaan uang iuran keamanan.
Kemudian, Armuji menjelaskan jika ada rencana kenaikkan iuran maka Petra cukup membayar Rp 32 Juta dan bila Petra meminta pertanggungjawaban, warga harus memberi pertanggungjawaban yang jelas.
Setelah itu, ia mempertegaskan keinginan perwakilan Petra. Namun, tetap menolak karena punya hitungan sendiri dan merasa terkena intimidasi.
“Tapi kalau Rp 32 juta tidak ada titik terang, ya sudah. Ini bukan masalah warga, ini masalah iuran yang tidak cocok. Wis”. Terang Armuji.
“Macet bisa diatur. Ini jalan umum bukan jalan warga. Yang nggak cocok ini iuran, wis itu masalahnya. Bukan kemacetan. Iurannya yang nggak cocok, nggak klop, wis itu permasalahannya.” Lanjutnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!