Kamis, 4 Juni 2026

Cak Muji Soroti Soal Iuran yang Tidak Cocok, Bukan Kemacetan, Buntut Keributan Warga Manyar dengan SMP Kristen Petra Surabaya

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 11:30 WIB
 Cak Muji Soroti Soal Iuran keamanan yang Tidak Cocok dengan Warga Manyar, Surabaya (Tangkapan Layar youtube Armuji)
Cak Muji Soroti Soal Iuran keamanan yang Tidak Cocok dengan Warga Manyar, Surabaya (Tangkapan Layar youtube Armuji)

SketsaNusantara.id – Belakangan ini tengah viral sebuah video unggahan dari akun milik Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau yang dikenal sebagai Cak Muji lewat akun TikToknya @ @cakj1.

Dalam video tersebut, ia melakukan sidak dan menjadi penengah permasalahan antara warga dengan SMP Kristen Petra 2 dan SMA Kristen Petra 2 Jalan Raya Manyar Tirtosari.

Ia bertemu dengan warga dengan pihak sekolah Petra di depan SMA Kristen Petra 2. Pada saat itu, suasana nampak tegang karena kedua pihak dari warga dan Sekolah Petra berdebat.

Baca Juga: Viral, Warga Ribut dengan SMP Kristen Petra 2 Surabaya hingga Walwakot Armuji Turun Tangan Jadi Mediator, Terkendala Masalah Iuran Keamanan?

Warga merasa kedatangan serta kepulangan dari para siswa petra menimbulkan sebuah kemacetan lalu pihak Sekolah Petra mengatakan itu disebabkan karena ujung Jalan Manyar Tirtosari ditutup untuk akses ke sekolah. Sehingga mengakibatkan kemacetan.

Pada dasarnya, konflik ini bukan bermula dari masalah kemacetan namun perihal soal iuran keamanan yang tidak sesuai dengan permintaan warga.

Para warga mengatakan pihak sekolah petra enggan membayar iuran tersebut, sebaliknya pihak mereka keberatan dengan nominalnya dan sempat diintimidasi.

Baca Juga: Dua Anggota Pantarlih Meninggal Dunia saat Menjalankan Tugas, KPU Jatim Beri Santunan

Menurut keterangan warga, ada 4 iuran keamanan dari RW 04, RW 05, dan RW 07, dan Petra. Kemudian semua masuk uang ke bendahara keamanan untuk membiayai satpam di sini.

Selama 5 tahun, tidak ada kenaikkan. Awalnya Rp 32 juta per bulan kali 4 untuk bayar satpam. Selain itu, ada kantor, tempat usaha. Dan warga mengatakan pihak Petra enggan membayar.

Perwakilan dari Petra menyatakan selama ini mendapatkan intimidasi, salah satunya dengan penutupan jalan. Menurutnya sudah ada solusi tapi tidak dijalankan.

Baca Juga: Detik-Detik Meita Irianty Bungkam Seribu Bahasa, Tersangka Kasus Kekerasan pada Anak Ramai Jadi Sorotan Netizen: Gak Ada Permintaan Maaf?

"Selama ini bertahun-tahun menerima intimidasi jalan ditutup dan sudah terjadi. Waktu di dewan sudah clear, jalan bersama dikelola Dishub dan sudah dibuatkan rekayasa. Kalau ada kegiatan, kemacetan pasti ada," jelas perwakilan Petra.

Diantara keributan tersebut, Armuji menjadi penengah dan menanyai tentang keberatan warga.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: TikTok @ @cakj1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X