SketsaNusantara.id - Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Rahmadi Indra Tektona, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap mutu pelayanan publik di bidang kesehatan yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember.
Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya memimpin peninjauan lapangan ke beberapa fasilitas medis daerah, mulai dari RSD dr. Soebandi hingga Puskesmas Sumberbaru pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Ombudsman menyoroti lompatan besar pada pembenahan tata kelola medis serta modernisasi infrastruktur kesehatan di Jember yang dinilai telah menjangkau hingga kawasan pelosok.
Rahmadi mengaku terkesan dengan standar pelayanan medis yang ditemukannya di lapangan. Menurutnya, pembenahan yang dilakukan pemkab membuat sarana kesehatan tingkat pertama di daerah memiliki mutu yang teruji.
"Inspeksi ini kami gelar guna memastikan realisasi layanan medis warga berjalan optimal. Hasilnya sangat memuaskan. Mutu puskesmas di Jember saat ini sudah sejajar, bahkan di beberapa sisi melampaui klinik-klinik swasta modern di Jakarta," tutur Rahmadi kepada wartawan.
Saat berdialog dengan para pasien, pimpinan lembaga pengawas pelayanan publik tersebut mendapati tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi.
Baca Juga: Bupati Gus Fawait Sebut Geliat Jember Fashion Carnaval Jadi Mesin Ekonomi dan Tekan Angka Kemiskinan
Warga merasa terbantu oleh kemudahan prosedur pengobatan gratis bagi kelompok miskin melalui optimalisasi cakupan Universal Health Coverage (UHC) serta hadirnya layanan Homecare.
Atas capaian tersebut, Rahmadi menilai strategi pengelolaan sektor kesehatan di bawah kepemimpinan Bupati Jember saat ini layak diangkat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
"Hadirnya pelayanan publik yang prima adalah bukti nyata hadirnya negara untuk rakyat, sejalan dengan arahan Presiden. Jember sukses menjamin hak dasar kesehatan masyarakatnya dan patut menjadi rujukan nasional," ia menambahkan.
Baca Juga: Siapkan Ribuan Beasiswa, Bupati Jember Gus Fawait Dorong Siswa SMP dan MTS Tak Putus Sekolah
Merespons peninjauan tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa pemkab terus menghadirkan berbagai terobosan untuk memudahkan urusan warga. Di antaranya adalah kanal aduan masyarakat "Wadul Gus-e" yang difungsikan untuk menampung kritik dan aspirasi publik secara langsung.
Pada bidang kesehatan, pengalokasian anggaran daerah dalam skala besar difokuskan untuk menyokong program UHC. Kebijakan ini memangkas hambatan finansial masyarakat tidak mampu sehingga mereka dapat memperoleh perawatan medis gratis di puskesmas maupun rumah sakit.