Itulah sederet fenomena astronomi yang terjadi di bulan Agustus 2026 dan sebagian di antaranya bisa diamati di langit Indonesia.
Fenomena yang paling berpeluang diamati secara langsung sepanjang Agustus 2026 adalah elongasi planet Merkurius hingga masuknya fase Bulan Baru dan hujan meteor perseid, meski intensitasnya tidak sebanyak di belahan Bumi utara.
Sementara itu, Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 dipastikan tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena jalur gerhananya hanya melintasi kawasan Atlantik Utara dan sebagian Eropa.
Meski tak bisa dilihat langsung, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total dengan mengikuti siaran langsung dari observatorium atau lembaga antariksa internasional melalui kanal YouTube resmi NASA.
Lebih dari sekadar peristiwa astronomi, setiap fenomena langit selalu menghadirkan rasa takjub bagi banyak orang.
Keindahan hujan meteor, gerhana, maupun kemunculan planet-planet terang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi pengingat bahwa alam semesta terus bergerak dengan keteraturan yang menakjubkan.
Bagi para astronom maupun masyarakat umum, momen-momen seperti ini menjadi kesempatan untuk belajar, mengamati, sekaligus mengapresiasi keindahan langit malam.
Karena itulah, setiap kali fenomena astronomi terjadi, perhatian publik hampir selalu tertuju ke langit, menjadikannya salah satu peristiwa alam yang paling dinantikan kehadirannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!