SketsaNusantara.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan siswa yang tidak memiliki guru Pendidikan Agama di sekolahnya akan tetap mendapatkan pembelajaran agama melalui rumah ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Kebijakan tersebut diambil karena jumlah guru agama di sejumlah daerah masih terbatas.
"Memang kemampuan kita untuk mengangkat guru itu punya keterbatasan," kata Nasaruddin dilansir dari akun Instagram @lambegosiip.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Ungkap Alasan Masjid Istiqlal Tak Lagi Bagikan Daging Kurban Secara Langsung
Menurutnya, keterbatasan jumlah siswa dengan agama tertentu di suatu sekolah juga sering menjadi kendala dalam penyediaan guru agama.
Karena itu, Kementerian Agama menggandeng rumah-rumah ibadah dan tokoh agama setempat untuk membantu proses pembelajaran agama bagi para siswa.
"Misalnya daerah-daerah minoritas, guru agamanya di sana enggak ada Muslim, kita titipkan di pengurus masjid ya, untuk diajari mereka,"
"Guru-guru Kristen tidak ada guru agamanya di situ, kita titipkan ke pendeta untuk diberikan penilaian juga. Kemudian juga Katolik, Hindu, Buddha," ujarnya.
Nasaruddin menegaskan pemerintah tidak ingin ada siswa yang tumbuh tanpa mengenal ajaran agamanya.
Oleh sebab itu, berbagai skema pembelajaran akan ditempuh agar kebutuhan pendidikan agama tetap terpenuhi.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Pesan Paskah 2026, Tekankan Doa untuk Kedamaian dan Harmoni Bangsa
"Tapi yang penting jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak mengenal agama. Harus dengan cara kita sendiri seperti itu," ujar Nasaruddin.
"Insyaallah pemerintah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak bangsanya sendiri," pungkasnya.