Minggu, 19 Juli 2026

Makna Natal 2025 Menurut Menag Nasaruddin Umar, Keluarga Disebut Kunci Gereja Kuat dan Bangsa Berpengharapan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Desember 2025 | 21:00 WIB
Potret Nasaruddin Umar. (Instagram/nasaruddin_umar)
Potret Nasaruddin Umar. (Instagram/nasaruddin_umar)

SketsaNusantara.id - Natal 2025 kembali diperingati umat Kristiani di berbagai daerah Indonesia. Perayaan ini berlangsung di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terus berubah.

Pemerintah menempatkan momen Natal sebagai ruang refleksi bersama. Pesan yang disampaikan menekankan peran keluarga sebagai fondasi kehidupan beragama dan kebangsaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal 2025 sebagai panggilan merawat keluarga. Keluarga disebut sebagai tempat awal lahirnya kasih, iman, dan harapan.

Baca Juga: Mengapa Ucapan Selamat Natal Terus Menjadi Perdebatan di Kalangan Ulama? Ini Penjelasan yang Perlu Dipahami!

Menurut Nasaruddin, kekuatan gereja dan masyarakat berawal dari rumah yang utuh. Dari keluarga yang sehat, tumbuh kehidupan sosial yang rukun dan saling menopang.

“Jika keluarga dipulihkan, maka gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” kata Nasaruddin dikutip dari siaran pers, Kamis 25 Desember 2025.

Ia menilai tantangan saat ini semakin kompleks. Polarisasi sosial, tekanan ekonomi, serta dampak bencana masih dirasakan banyak keluarga. Kondisi tersebut menuntut rumah kembali menjadi ruang aman.

Baca Juga: Thom Haye Soroti Jadwal Padat Dua Hari Usai Natal, Sebut Laga Persib Kontra PSM: Sangat Gila

Dalam konteks itu, Kementerian Agama menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai agenda strategis. Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi sejak dini.

Nasaruddin menyampaikan bahwa keluarga tidak hanya berfungsi mendidik anak. Nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial juga tumbuh dari lingkungan keluarga.

Ia menekankan keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial menjadi fondasi bangsa. Indonesia yang damai dan beradab membutuhkan keluarga yang kokoh.

Natal 2025 juga dimaknai sebagai panggilan iman untuk merawat bumi. Krisis iklim dan kerusakan lingkungan menjadi tantangan bersama yang tidak terpisahkan.

Setiap keluarga, menurut Nasaruddin, memiliki peran dalam menjaga ciptaan. Langkah sederhana dinilai penting sebagai wujud tanggung jawab iman.

“Iman harus menyentuh cara kita hidup. Mengurangi plastik, menanam pohon, menghemat energi—itulah bentuk syukur kita kepada Tuhan atas ciptaan-Nya,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X