news

Dalami Jejak Bung Karno, Komisi D DPRD Temukan Fakta Baru Perkuat Presiden RI Pertama Lahir di Jombang

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:20 WIB
Warga memberi penjelasan kepada Anggota Komisi D DPRD Jombang saat melakukan peninjuan di duga titik nol Presiden Soekarno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, Jatim. (SketsaNusantara.id)

Baca Juga: Ada Kamar yang Pernah Ditempati Soekarno, Begini Sejarah dan Pesona Wisata Rembangan Jember di Lereng Argopuro

Menanggapi perihal ini, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Nasrullah mengatakan, kajian mengenai lokasi lahir Bung Karno di Jombang sebenarnya telah berjalan cukup panjang. Awalnya, beber Nasrullah, isu tersebut berkembang di masyarakat hingga kemudian menarik perhatian untuk ditelusuri lebih dalam.

Pak Nas, sapaan akrab Nasrullah, mengungkapkan, pada 1985 dirinya pernah mendengar pengakuan seorang warga saat terlibat dalam pembangunan Monumen Perang Sebani di Sumobito. Saat itu, sebutnya, terdapat warga lanjut usia yang mengaku pernah merawat Bung Karno semasa kecil.

Tetapi, lanjut Pak Nas, saat ini informasi tersebut belum diyakini sepenuhnya. Hingga pada 2017, kata dia, kajian mulai dilakukan lebih serius bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

Baca Juga: Kisah di Balik Tradisi Halalbihalal, Strategi Politik Soekarno Menyatukan Bangsa hingga Menjadi Identitas Nasional

"Data mulai kami himpun. Kami mencari saksi-saksi mata sampai cucu cicitnya, dan keterangannya mengarah pada hal yang sama," katanya.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, TACB menemukan sejumlah dokumen yang dinilai memperkuat dugaan Bung Karno lahir di wilayah Ploso dan tinggal di kawasan tersebut hingga usia lima tahun.

Salah satu dokumen yang menjadi perhatian adalah data pendaftaran kuliah Bung Karno yang mencantumkan tahun kelahiran 1902. Selain itu, terdapat pula dokumen perpindahan ayah Bung Karno ke Ploso pada 1901 yang dianggap menjadi bagian dari rangkaian bukti sejarah.

Baca Juga: Fajar Sadboy Spill Perkiraan Kapan Anak Amanda Manopo dan Kenny Austin Lahir, Bintang Serial Pay Later : Mudah-mudahan...

Menurut Nasrullah, penyebutan Surabaya dalam sejumlah dokumen lama juga dimungkinkan karena pada masa itu wilayah Jombang masih masuk dalam Karesidenan Surabaya.

"Saat itu belum ada Kabupaten Jombang seperti sekarang. Sehingga penyebutan Surabaya bisa jadi merujuk wilayah administratif pada masa itu," kata Nasrullah mengakhiri.***

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini