SketsaNusantara.id - Sebuah unggahan di media sosial kembali memantik diskusi hangat di kalangan warga Probolinggo.
Melalui platform Facebook, seorang pengguna bernama Agus Mujianto mengunggah foto kondisi trotoar di Jalan Soekarno-Hatta, Probolinggo, yang memperlihatkan pemasangan pita taktil berwarna kuning.
“Yg membangun trotoar jalan soekarno-hatta probolinggo ngerti gak ya fungsi pita taktil yg warna kuning itu?” tulis Agus Mujianto.
Sebuah pertanyaan yang secara tidak langsung menyinggung dugaan kesalahan penempatan fitur keselamatan bagi penyandang disabilitas netra.
Unggahan Agus kemudian dibagikan ulang oleh akun Instagram @probolinggokita, yang menambahkan penjelasan mengenai fungsi dan pentingnya pita taktil.
Namun, dalam keterangan unggahan itu, admin turut mengungkapkan bahwa pemasangan fitur tersebut di Jalan Soekarno-Hatta mendapatkan banyak keluhan karena dianggap tidak sesuai standar, terutama adanya objek fisik yang berdiri tepat di jalur kuning.
“Pemasangan pita taktil atau fitur keselamatan penting untuk penyandang tunanetra di Jalan Soekarno Hatta dikeluhkan warga. Pasalnya terdapat tiang yang berada tepat di tengah-tengah garis kuning,” tulis akun akun @probolinggokita yang dikutip oleh SketsaNusantara.id.
“Pita taktil (tactile paving/strip) adalah fitur keselamatan penting untuk penyandang tunanetra, berupa ubin atau strip bertekstur (garis-garis atau titik-titik timbul) yang dipasang di trotoar dan area publik untuk memberikan petunjuk arah, peringatan bahaya (seperti tepi tangga, persimpangan jalan), atau menandai area aman, membantu mereka ‘membaca’ lingkungan dengan tongkat atau kaki,” lanjut admin juga memberikan edukasi mengenai fungsi pita taktil.
Penjelasan tersebut sekaligus menjadi kritik halus agar pihak terkait lebih memahami standar pemasangan fasilitas publik, terutama yang menyangkut aksesibilitas.
Unggahan itu segera memicu banyak komentar dari warganet yang merasa kondisi seperti ini sudah terlalu sering terjadi di berbagai proyek pembangunan trotoar. Beberapa komentar menunjukkan kekesalan, sementara yang lain menyampaikan sindiran bernada humor.
“Pokok dadi, tak ngurus make selebet tapetunung mbik cagak, duh kah,” tulis @gedhangliring. Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi "Pokok jadi, gak ngurus meski yang lewat menabrak tiang, duh kak".
“Gk kaget, trotoar ae digaee dodolan, spd motoran gk helman, bunderaan gae tempat cangkrukan/tongkrongan, dll... Ws podo ae kabeh kelakuane gk berpendidikan... Gk usl saling menyalahkan,” tulis akun @mbah_akhbar memberikan komentar panjang yang mengkritik kebiasaan masyarakat menggunakan trotoar secara tidak tepat.
Artikel Terkait
Viral Kreator Madura Joget di Dangdut Academy 7 dengan Lagu Kalimat Tauhid, Indosiar Minta Maaf ke MUI
Temui Senator Arya Wedakarna, 7 Mahasiswa di Bali yang Viral Naik Ambulans Minta Maaf hingga Ungkap Alasan Merekam
Klarifikasi Inara Rusli Soal Isu Hubungan Pribadi, Gelang Couple, dan Video Viral: Fakta Lengkap dari Konferensi Pers
Fakta di Balik Viral Penjarahan Minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga Setelah Distribusi Bantuan Terhambat dan Jalur Utama Terputus Total
Viral! Pesan Pengasuhan dari Virgoun Soal Ajari Anak Bertanggung Jawab Banjir Dukungan Netizen
Zulkifli Hasan Jawab Video Viral Ditegur Harrison Ford Karena Tertawa Saat Membahas Kerusakan Tesso Nilo: Saya Dikerjain...