"Kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat," pungkasnya.
Unggahan Anies Baswedan dibaca lebih dari 356 ribu kali dan disukai lebih dari 13 ribu pengguna media sosial. Banyak yang ikut menyoroti kalimat terakhir Anies yang seolah menjadi sindiran halus pada Seskab yang mengkritik Dino Patti Djalal dan hanya menilai berdasarkan kinerja 3 bulan menjadi Wamnelu di era SBY.
"Pak @dinopattidjalal disinggung teddy hanya 3 bulan diberi kesempatan wamenlu RI. Mungkin karena Teddy menjadi pendamping Prabowo selama 19 bulan merasa sudah menguasai ilmu diplomasi, padahal dia letkol karbitan naik pangkat hanya karena patronase dan klientelisme," komentar salah satu warganet.
"Tulisan yang bagus Pak Anies. Percayalah Indonesia tidak kekurangan orang hebat tapi negara ini tidak membudayakan meritrokrasi apalagi memberikan kesempatan pada mereka yang kompeten," imbuh netizen lainnya.
"Statment Seskab diawal bahwa Pak Dino sebagai wamen walau hanya diberi kesempatan 3 bulan tidak akan melunturkan pencapaian seorang @dinopattidjalal. Malah semakin memperlihatkan bahwa kabinet ini susah menerima kritikan," tulis warganet lainnya.
Sementara itu, dalam klarifikasinya, Teddy Indra Wijaya membantah tudingan pemborosan yang dilakukan Presiden Prabowo selama masa kunjungan ke luar negeri. Seskab menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri yang melampaui alokasi APBN ditanggung sepenuhnya oleh kocek pribadi Presiden Prabowo.
Selain itu, Teddy juga menyebut jumlah rombongan delegasi diklaim sudah dikurangi secara besar-besaran. Dalam pernyataannya, Teddy meminta agar kritik tidak mengaburkan fakta hasil nyata yang diraih Presiden Prabowo.
Seskab menyebut beberapa hasil kunjungan Presiden seperti komitmen investasi asing sekitar Rp2.430 triliun, stabilitas harga BBM dalam negeri, kelancaran Haji, hingga bantuan kemanusiaan ke Palestina.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini