Sabtu, 18 Juli 2026

Anies Baswedan Kecam Serangan Israel yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon, Desak PBB Menindak Tegas Pelanggaran Hukum yang Dilakukan Netanyahu

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 31 Maret 2026 | 19:00 WIB
Potret Anies Baswedan prihatin atas meninggalnya prajurit TNI yang gugur saat bertugas jalankan misi kemanusiaan di Lebanon, sebut Israel melanggar hukum Internasional (X/aniesbaswedan)
Potret Anies Baswedan prihatin atas meninggalnya prajurit TNI yang gugur saat bertugas jalankan misi kemanusiaan di Lebanon, sebut Israel melanggar hukum Internasional (X/aniesbaswedan)

SketsaNusantara.id - Sejumlah prajurit TNI yang gugur di Lebanon dalam misi menjaga perdamaian dunia masih terus jadi perhatian publik, hingga memicu kemarahan dari Anies Baswedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengecam keras serangan di Lebanon yang dinilai telah mengabaikan hukum internasional dan tidak mempedulikan keselamatan personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di bawah naungan PBB.

Dalam unggahan di akun X miliknya, Anies menyampaikan ucapan duka cita. Pria yang akrab disapa Abah itu bahkan tak sanggup membendung amarah dengan menyebut rezim Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu telah melakukan pelanggaran serius.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami sangat marah. Seorang pasukan penjaga perdamaian Indonesia dibunuh. Yang lain sedang berjuang untuk hidupnya setelah Israel membom pangkalan tempat mereka bertugas," tulis Anies dikutip SketsaNusantara.id dari sebuah utas yang diunggah di akun X @aniesbaswedan pada hari Senin, 30 Maret 2026.

"Ini jelas bukan kecelakaan, atau kerusakan tambahan. Insiden ini sekali lagi menunjukkan bahwa rezim Netanyahu tidak peduli dengan hukum internasional, dengan personel PBB, dan dengan nyawa orang-orang yang mendedikasikan diri mereka untuk perdamaian," tandasnya.

Dalam unggahannya, Anies menyoroti kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas global melalui pengiriman lebih dari seribu prajurit di bawah bendera PBB.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk itikad baik Indonesia dalam upaya mendorong perdamaian dunia. Namun, Anies menyayangkan jika upaya tersebut justru dibalas dengan serangan yang menewaskan pasukan penjaga perdamaian.

"Indonesia telah melakukan lebih dari yang diharapkan. Kami telah mengirimkan lebih dari 1.200 tentara kami untuk bertugas di bawah bendera PBB. Pemerintah Indonesia juga bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk mendorong resolusi yang adil dan langgeng di Timur Tengah," kata Anies.

"Kami mengulurkan tangan dengan itikad baik. Namun, jawaban atas itikad baik itu adalah bom yang dijatuhkan di pangkalan tentara kami. Mereka meludahi setiap upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk perdamaian," ujarnya.

Anies juga mengecam Israel yang telah berulang kali acuh tak acuh terhadap seruan dunia untuk menahan diri, bahkan mengabaikan resolusi PBB.

"Mereka menyerang fasilitas PBB. Mereka membunuh warga sipil, jurnalis, pekerja bantuan, dan sekarang pasukan penjaga perdamaian," ucap Anies.

"Tidak ada yang kebal. Tidak ada yang aman. Sayangnya, hal ini terus berlanjut karena dunia terus membiarkannya," tandasnya.

Lebih lanjut, Anies mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah nyata dalam menindak tegas perbuatan keji zionis Israel yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan dunia.

"Kepada Sekretaris Jenderal PBB, kami menghargai kecaman dan belasungkawa Anda. Tetapi kata-kata saja tidak cukup lagi. PBB harus melangkah lebih jauh dari sekadar pernyataan," tulis Anies ketika membalas twit yang diunggah Antonio Guterres di platform X.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: X @aniesbaswedan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Terpopuler

X