SketsaNusantara.id - Anies Baswedan sentil Universitas Oxford yang dianggap tidak mengakui tim peneliti dari Indonesia dalam penemuan Rafflesia hasseltii.
Universitas ternama di Inggris itu ramai jadi perbincangan publik usai menyoroti penemuan salah satu spesies bunga Rafflesia yang terbilang sangat langka.
Belum lama ini, Chris Thorgood, peneliti dari Universitas Oxford bersama timnya, yakni Joko Witono, Septi Andriki dan Iswandi dari Indonesia, akhirnya berhasil mencatat penemuan baru setelah 13 tahun pencarian.
Raflesia hassseltii memiliki pola hidup yang misterius apalagi bunga raksasa merah itu diketahui hanya mekar 7 hari sehingga sangat sulit ditemukan.
Penemuan ini dibagikan Chris Thorgood melalui akun media sosialnya yang menarik perhatian publik. Bersama timnya, Chris melihat sendiri Rafflesia Hasseltii setengah mekar yang mulai menampakan keindahannya di tengah gelapnya malam.
"KAMI MENEMUKANNYA! Kami berjalan siang dan malam melalui hutan hujan Sumatra hanya dapat diakses dengan izin untuk ini: Rafflesia hasseltii. Beberapa orang yang pernah melihat bunga ini, dan kami menontonnya mekar pada malam hari. Sungguh keajaiban!" tulisnya melalui akun Instagram @ilustratingbotanist milik Chris.
Keberhasilan penemuan ini mendapat sorotan dari Universitas Oxford. Namun, publik menyoroti publikasi salah satu kampus terbaik di dunia ini yang tidak ikut mencantumkan nama peneliti dari Indonesia.
"Chris Thorgood @thorogoodchris1 dari Oxford Botanic Garden menjadi bagian dari tim yang menjelajahi hutan hujan Sumatera (sebuah pulau di Indonesia) yang dijaga harimau siang dan malam untuk menemukan Rafflesia hasseltii," tulisnya melalui akun X @UniofOxford yang diunggah hari Rabu, 19 November 2025.
Postingan tersebut menuai polemik dan jadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Publik mendesak Oxford untuk mencantumkan nama tim peneliti termasuk Septian Andriki yang selama belasan tahun lakukan pencarian Rafflesia Hasseltii.
"Mohon sebutkan ilmuwan/botanist/forest ranger Indonesia yang sudah 13 tahun mencari bunga ini, karena penemuan ini adalah pencapaian luar biasa," tulis akun @mrshananto.
"Keberhasilan ekspedisi ini mustahil terjadi tanpa kepakaran peneliti lokal seperti Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi yang memandu serta memetakan habitat asli Indonesia," imbuh akun @ris_mayooo.
"Tulisan ini kurang menghargai kolaborator Indonesia. Ekspedisi yang menemukan bunga Rafflesia hasseltii yang sedang mekar di hutan hujan Sumatra merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan peneliti dan pemandu lokal Indonesia, termasuk Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi," tulis akun
Artikel Terkait
Anies Baswedan Apresiasi Putusan MK soal UU ITE Sebagai Kemenangan bagi Kebebasan Bersuara: Negara Tak Seharusnya Bungkam Kritik terhadap Pemerintah
Anies Soroti Ketidakhadiran Presiden di Forum PBB, Ungkap Pentingnya Peran Indonesia di Asia yang Tegang
Anies Baswedan Kritik Barak Militer Jadi Penampungan Anak Nakal, Sebut Problemnya Bukan Hanya pada Anak, tapi Juga Lingkungan
Dapat Beasiswa LPDP, Putri Anies Baswedan Dapat Benda Istimewa Buatan Fery Farhati
Hargai Kebebasan Berekspresi, Anies Baswedan Tanggapi soal Fenomena Bendera One Piece yang Dianggap Bukan Penyimpangan: Ini Bahan Bakar Perubahan!
Sorotan Tajam Anies Baswedan atas Klaim Presiden Prabowo Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun: Lah Kok Bisa?