SketsaNusantara.id - Anies Baswedan memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Dino Patti Djalal yang belakangan tengah menjadi pusat perhatian setelah mendapat tanggapan dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Belakangan ini, Seskab Teddy mendapat sorotan tajam publik setelah memberikan respons langsung terhadap kritik yang disampaikan oleh diplomat senior, Dino Patti Djalal.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal mengunggah video yang mengkritisi intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI itu menilai frekuensi perjalanan luar negeri Presiden cukup tinggi dan perlu dievaluasi dari sisi efektivitas maupun penggunaan anggaran negara.
Dalam video unggahannya, Dino menyoroti Presiden Prabowo telah menghabiskan 1 dari 6 hari masa jabatannya di luar negeri. Dino menilai frekuensi ini tidak lazim, terlebih Presiden memakan anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah.
Mantan juru bicara Presiden di era SBY itu menyampaikan sejumlah masukan sebagai langkah penghemantan dengan memanfaatkan teknologi seperti video conference untuk beberapa agenda diplomatik hingga pengurangan jumlah anggota rombongan yang ikut dalam kunjungan kenegaraan.
Selain itu, ia turut menyinggung persoalan protokoler, termasuk klaim mengenai adanya permintaan pertemuan dari sejumlah kepala negara yang disebut tidak mendapat respons.
Menanggapi kritik tersebut, Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet. Dalam unggahannya, Teddy mengawali dengan apresiasi terhadap Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior Indonesia.
Namun, ia juga menyelipkan sindiran halus terhadap rekam jejak jabatan Dino. Teddy menyebut Dino sebagai diplomat hebat "walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu" yang merujuk pada masa jabatan singkat Dino di akhir era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhotono (SBY) pada tahun 2014 silam.
Perkataannya tersebut memicu perbincangan hangat di media sosial, terutama terkait gaya komunikasinya dalam menyikapi masukan dari tokoh diplomat senior.
Di tengah ramainya sorotan publik, Anies Baswedan turut menyampaikan pandangannya hingga membeberkan rekam jejak Dino Patti Djalal yang selama ini dikenal sebagai diplomat gemilang di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku pertama kali mendengar nama Dino Patti Djalal sejak duduk di bangku kuliah. Ia mengagumi sosok Dino yang berani tampil di ajang debat internasional di usia muda.
"Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta," tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari utas yang diunggah di akun X @aniesbaswedan pada hari Selasa, 2 Juni 2026.