Sabtu, 18 Juli 2026

Bukan dari Anggaran Negara, Teddy Ungkap Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri Prabowo Dibayar dengan Dana Pribadi

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 2 Juni 2026 | 11:30 WIB
Seskab Teddy. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Seskab Teddy. (Instagram/sekretariat.kabinet)


SketsaNusantara.id - Pembiayaan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik. Isu tersebut mencuat setelah muncul berbagai tanggapan mengenai frekuensi dan pelaksanaan perjalanan kenegaraan ke sejumlah negara.

Di tengah pembahasan itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran dalam kunjungan luar negeri Presiden. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai respons atas masukan yang disampaikan diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal.

Menurut Teddy, masukan yang diberikan Dino mendapat perhatian dari pemerintah. Ia menyebut mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut memiliki pengalaman panjang dalam dunia diplomasi dan memahami berbagai aspek hubungan internasional.

Baca Juga: LHKPN Jadi Sorotan, Mengulik Kekayaan Fantastis Teddy Indra Wijaya yang Meroket Tembus 20 M Pasca Setahun Jadi Seskab, Isi Garasinya Bikin Melongo

Dalam penjelasannya, Teddy menyoroti salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan masyarakat, yakni pembiayaan perjalanan Presiden ke luar negeri. Ia menegaskan terdapat batas anggaran yang telah ditetapkan negara dalam setiap kunjungan resmi.

Teddy mengatakan bahwa apabila terdapat pengeluaran yang melebihi alokasi anggaran tersebut, biaya tambahan tidak dibebankan kepada negara. Seluruh kelebihan pengeluaran disebut menjadi tanggungan pribadi Presiden Prabowo.

"Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ungkap dia.

Baca Juga: Natalius Pigai Respon Tuduhan Amien Rais Terhadap Seskab Teddy Penyuka Sesama Jenis, Tegaskan Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Menurut Teddy, penting bagi publik mendapatkan gambaran yang utuh mengenai mekanisme pembiayaan kunjungan Presiden ke luar negeri.

Selain soal biaya, Teddy juga menjelaskan mengenai jumlah anggota rombongan yang mendampingi Presiden dalam berbagai agenda internasional. Menurutnya, jumlah delegasi saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.

Ia menyebut pengurangan dilakukan secara signifikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian dalam pelaksanaan kunjungan luar negeri Presiden.

Menurut Teddy, pada masa lalu jumlah anggota rombongan dalam satu perjalanan dapat mencapai lebih dari seratus orang. Sementara dalam pemerintahan saat ini, jumlah tersebut dibatasi jauh lebih sedikit.

"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya," katanya.

Teddy menjelaskan bahwa jumlah delegasi yang ikut dalam kunjungan Presiden saat ini berkisar antara 50 hingga 60 orang. Angka tersebut disebut jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang bisa melampaui 120 orang dalam satu perjalanan.

Keterangan itu disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai komposisi rombongan Presiden dalam agenda luar negeri. Menurutnya, informasi tersebut juga telah diketahui oleh banyak pihak yang mengikuti aktivitas kenegaraan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X