SketsaNusantara.id - Pembiayaan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik. Isu tersebut mencuat setelah muncul berbagai tanggapan mengenai frekuensi dan pelaksanaan perjalanan kenegaraan ke sejumlah negara.
Di tengah pembahasan itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran dalam kunjungan luar negeri Presiden. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai respons atas masukan yang disampaikan diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal.
Menurut Teddy, masukan yang diberikan Dino mendapat perhatian dari pemerintah. Ia menyebut mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut memiliki pengalaman panjang dalam dunia diplomasi dan memahami berbagai aspek hubungan internasional.
Dalam penjelasannya, Teddy menyoroti salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan masyarakat, yakni pembiayaan perjalanan Presiden ke luar negeri. Ia menegaskan terdapat batas anggaran yang telah ditetapkan negara dalam setiap kunjungan resmi.
Teddy mengatakan bahwa apabila terdapat pengeluaran yang melebihi alokasi anggaran tersebut, biaya tambahan tidak dibebankan kepada negara. Seluruh kelebihan pengeluaran disebut menjadi tanggungan pribadi Presiden Prabowo.
"Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ungkap dia.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Menurut Teddy, penting bagi publik mendapatkan gambaran yang utuh mengenai mekanisme pembiayaan kunjungan Presiden ke luar negeri.
Selain soal biaya, Teddy juga menjelaskan mengenai jumlah anggota rombongan yang mendampingi Presiden dalam berbagai agenda internasional. Menurutnya, jumlah delegasi saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.
Ia menyebut pengurangan dilakukan secara signifikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian dalam pelaksanaan kunjungan luar negeri Presiden.
Menurut Teddy, pada masa lalu jumlah anggota rombongan dalam satu perjalanan dapat mencapai lebih dari seratus orang. Sementara dalam pemerintahan saat ini, jumlah tersebut dibatasi jauh lebih sedikit.
"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya," katanya.
Teddy menjelaskan bahwa jumlah delegasi yang ikut dalam kunjungan Presiden saat ini berkisar antara 50 hingga 60 orang. Angka tersebut disebut jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang bisa melampaui 120 orang dalam satu perjalanan.
Keterangan itu disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai komposisi rombongan Presiden dalam agenda luar negeri. Menurutnya, informasi tersebut juga telah diketahui oleh banyak pihak yang mengikuti aktivitas kenegaraan.
Artikel Terkait
Bazar Rakyat di Monas Diserbu Warga, Seskab Teddy Sebut Presiden Ingin Kebahagiaan Lebaran Terus Terasa
Apa itu Inflasi Pengamat? Perkataan Seskab Teddy Ramai Dikritik, Soroti Fenomena Banyak Pihak yang Bicara Tak Sesuai Fakta
Diberi Kejutan Prabowo Subianto di Prancis, Ulang Tahun Teddy Indra Wijaya Dirayakan di Hotel Rp232 Juta Per Malam
Fast Track Imigrasi Segera Ditingkatkan, Seskab Teddy dan Dirjen Imigrasi Bahas Percepatan Layanan Publik
Ramai Disorot, Rocky Gerung Datang ke Istana Negara saat Reshuffle Kabinet dan Berbincang dengan Presiden hingga Seskab Teddy, Ngomongin Apa?