SketsaNusantara.id - Djaka Budhi Utama belakangan ini ramai jadi sorotan publik usai terseret dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Djaka menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai di Kementerian Keuangan yang baru saja dilantik pada bulan Mei 2025. Setahun menjabat, kini namanya ikut disebut dalam dakwaan kasus dugaan suap importasi barang yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus ini bermula dari perkara dugaan suap pengurusan impor barang yang menjerat John Field, pemilik Blueray Cargo Group. Dalam surat dakwaan jaksa KPK, nama Djaka disebut-sebut hadir dalam pertemuan sejumlah pejabat Bea Cukai bersama pengusaha kargo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada bulan Juli 2025.
Kemunculan nama Djaka dalam persidangan langsung memicu perhatian publik, terlebih karena posisinya saat ini masih aktif sebagai Dirjen Bea Cukai.
Di tengah ramainya perbincangan mengenai dugaan kasus korupsi tersebut, publik mulai ramai membicarakan sosoknya hingga harta kekayaan Djaka Budhi Utama yang tak luput jadi sorotan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunggah di situs resmi KPK, Djaka tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp5,7 miliar.
Sebagian besar hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilaianya mencapai Rp3,88 miliar. Djaka tercatat memiliki 2 aset tanah yang berada di wilayah Bogor dan Tangerang Selatan.
Tak punya banyak kendaraan, Djaka diketahui hanya memiliki satu unit mobil Toyota Innova keluaran tahun 2021 senilai Rp250 juta.
Selain itu, Djaka juga tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp1,19 miliar serta harta lainnya mencapai Rp442,2 juta. Tercatat punya hutang Rp70 juta, Djaka memiliki kekayaan bersih sebesar Rp5.702.745.810.
Sosoknya kini tengah ramai jadi perbincangan. Sebelum menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai, Djaka diketahui memiliki latar belakang militer.
Pria kelahiran 9 November 1967 itu merupakan purnawirawan Letnan Jenderal TNI dan sempat menjabat sebagai Irjen Kemhan dan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN).