Kini, nama Djaka Budhi Utama terus menjadi perhatian publik seiring berkembangnya proses hukum terkait kasus dugaan korupsi impor barang yang tengah bergulir di pengadilan.
Ditjen Bea Cukai menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Djaka belum dinonaktifkan dari jabatannya meski namanya terseret dalam dakwaan kasus korupsi tersebut.
"Tidak ada (menonaktifkan), dilihat kasusnya seperti apa. Prosesnya (hukum) kan baru mulai, namanya baru muncul, masa langsung berhenti," ujar Purbaya pada hari Kami, 7 Mei 2026.
"Kita lihat sampai clear, sejelas-jelasnya seperti apa kasus itu, baru kita akan ambil tindakan," lanjutnya.
Purbaya mengaku telah berkomunikasi dengan Djaka dan memastikan bahwa Dirjen Bea Cukai tersebut akan menghormati proses hukum yang berjalan.
Menkeu juga akan memberikan pendampingan hukum kepada pejabat atau pegawai Kementerian Keuangan yang tersangkut masalah, apabila hal tersebut diperlukan. Namun ia menegaskan tidak akan melakukan intervensi atau meminta proses hukum dihentikan.
Jika ada pejabat tinggi atau pegawai Kemenkeu yang terbukti bersalah, Purbaya mendukung tindakan hukum sesuai peraturan yang berlaku dan tidak segan-segan mencopot jabatan pegawai yang terbukti bermasalah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kilas Balik Kasus Ronald Tannur hingga Penangkapan 3 Hakim PN Surabaya Terkait Dugaan Suap Putusan Vonis Bebas
Kronologi Kasus Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakarta Utara, KPK Amankan 8 Orang hingga Tetapkan 5 Tersangka
Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap, Kekayaan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Disorot, Punya Utang Rp12 M!
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Sentil Kemenkeu Bikin Isu APBN
Rekam Jejak Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI yang Baru Seminggu Dilantik Kini Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel, Kekayaannya Jadi Sorotan
Dugaan Suap Rp1,5 Miliar Seret Ketua Ombudsman, Kejagung Intensifkan Pemeriksaan Saksi Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel