SketsaNusantara.id - Kementrian Agama (Kemenag) menindak tegas Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo Pati dengan menghentikan operasional hingga memproses pencabutan izin lembaga pendidikan tersebut.
Langkah ini diambil menyusul terungkapnya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan Kiai Ashari terhadap puluhan santriwati di lingkungan pesantren.
Kasus ini mengejutkan publik, mengingat dugaan kekerasan seksual dilakukan terhadap puluhan santriwati yatim di bawah umur dan sudah diberitakan sejak 2024 lalu. Pengasuh pesantren yang ditetapkan sebagai tersangka juga masih dalam pencarian dan belum ditangkap.
Proses hukum tetap berjalan dan kini sedang ditangani pihak kepolisian. Namun, pendidikan para santri harus tetap diutamakan.
Ratusan santri yang terdampak karena kasus ini akhirnya ditarik dan dipindahkan ke sejumlah lembaga pendidikan lain memastikan demi proses belajar tetap berjalan.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa keselamatan dan keinginan pendidikan santri menjadi prioritas utama.
“Pendidikan para santri Ndolo Kusumo harus terus berlanjut, ini yang juga menjadi fokus Kementerian Agama,” kata Direktur Pesantren, Basnang Said, dalam pernyataannya pada hari Senin, 4 Mei 2026, dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kemenag RI.
"Oleh karena itu, kami akan pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati," tambahnya.
Sebanyak 252 santri yang sebelumnya bermukim di Ponpes Ndolo Kusumo kini dibawa ke rumah orang tua masing-masing, sebelum difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di tempat lain.
Langkah ini diambil agar para santri tidak kehilangan hak pendidikan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
“Ini merupakan langkah lanjutan setelah kami menghentikan proses pendaftaran santri baru di Pesantren Ndolo Kusumo,” ujar Basnag.
Lebih lanjut, Kemenag juga memfasilitasi proses kepindahan sekolah para santri. Langkah ini diambil agar para santri tidak kehilangan hak pendidikan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Ada 6 lembaga pendidikan madrasah dan sekolah di Kabupaten Pati yang akan menjadi tujuan kepindahan para santri Ndolo Kusumo, di antaranya MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil.