Mengutip dari jurnal ilmiah Science Direst, secara komposisi, LPG merupakan campuran propana (C3H8) dan butana (C4H10), sedangkan CNG didominasi oleh metana (CH4).
LPG disimpan dalam kondisi cair bertekanan sedang, sementara CNG tetap dalam bentuk gas namun dengan tekanan yang jauh lebih tinggi.
Perbedaan lainnya terletak pada sumbernya. LPG merupakan produk sampingan dari penyulingan minyak bumi, sedangkan CNG berasal langsung dari gas alam murni yang diekstraksi dari dalam bumi.
Dari segi sifat fisik, LPG yang disimpan dalam wujud cair memiliki massa lebih berat dari udara sehingga akan mengendap di bawah jika terjadi kebocoran. Sebaliknya, CNG lebih ringan dari udara dan akan langsung naik ke atas serta menyebar.
Kelebihan CNG Dibanding LPG
Pemerintah dan sejumlah pakar energi menilai CNG memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak dijadikan alternatif LPG. Beberapa kelebihan CNG dibandingkan CNG di antaranya:
1. Lebih Murah
CNG diklaim bisa lebih hemat sekitar 30–40 persen dibanding LPG. Hal ini karena bahan bakunya berasal dari dalam negeri, sehingga tidak terpengaruh fluktuasi harga impor.
2. Lebih Aman Saat Bocor
Karena sifatnya lebih ringan dari udara, gas CNG tidak mengendap di lantai. Jika terjadi kebocoran, gas akan naik ke atas dan lebih cepat terurai, sehingga risiko ledakan akibat penumpukan gas dinilai lebih kecil dibanding LPG.
3. CNG Diklaim Lebih Ramah Lingkungan
Pembakaran CNG menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang lebih rendah dan api yang lebih bersih serta stabil. Hal ini membuatnya dinilai lebih ramah lingkungan.
Dengan cadangan gas alam yang besar, penggunaan CNG dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang sekaligus mendukung kemandirian serta memperkuat ketahanan energi nasional.