Nahas, saat melintas di perlintasan tersebut, mesin mobil tiba-tiba mati. Sementara itu, di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju ke dari arah barat menuju timur.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan pun tidak dapat dihindari.
“Karena jarak sudah dekat, kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak bodi depan kiri Avanza,” kata Eko dalam keterangannya.
Mobil pun terpental sejauh 20 meter hingga masuk ke area persawahan di sekitar lokasi kejadian.
“Mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome, kemudian jatuh ke selatan, masuk sawah,” imbuhnya.
KA Argo Bromo Anggrek pun sempat Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan usai insiden tersebut untuk pemeriksaan.
Setelah petugas Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) mengatakan kondisi sarana KA Argo Bromo Anggrek dalam kondisi aman, kereta pun kembali melanjutkan perjalanannya pada pukul 02.56 WIB.
Korban dalam Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek-Avanza
Dikutip dari akun Instagram @undercover, 4 korban meninggal dunia masing-masing bernama Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), Nayla Dwi Kartika (10) dan Shazia Belvania Mutia (2).
Para korban tewas sempat dibawa ke Puskesmas Pulokulon I, namun nahas nyawa keempatnya tak tertolong.
Sementara itu, untuk korban luka-luka, 2 orang dirawat di RSUD Purwodadi sementara 3 lainnya menjalani rawat jalan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!