SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat 1 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, kepala negara menyampaikan komitmen pemerintahannya terhadap kesejahteraan pekerja dengan mengumumkan 18 kebijakan yang diklaim berpihak pada buruh.
Di hadapan ribuan massa pekerja, Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penghormatan terhadap peran buruh, petani, dan nelayan dalam pembangunan bangsa. Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berada di sektor ekonomi bawah.
“Saya berdiri di sini sebagai pelayan rakyat. Sisa hidup saya akan saya dedikasikan untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya dalam pidato yang disambut antusias.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran kabinet agar setiap kebijakan yang diambil harus berpihak kepada rakyat kecil. Ia meminta para menteri untuk selalu mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap masyarakat sebelum mengambil keputusan.
Dalam pidatonya, Prabowo merinci berbagai kebijakan yang telah dan akan dijalankan pemerintah. Di antaranya adalah kenaikan upah minimum pada 2025 sebesar 6,25 persen, serta rencana kenaikan lanjutan pada 2026 yang berkisar antara 5 hingga 8 persen, menyesuaikan kondisi ekonomi di masing-masing daerah.
Berikut poin-poin utama kebijakan pro buruh yang disampaikan Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026:
Poin Kebijakan Pro Buruh
1. Kenaikan upah minimum tahun 2025 sebesar 6,25 persen.
2. Kenaikan upah minimum 2026 sebesar 5–8 persen (disesuaikan per provinsi).
3. Penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional.
4. Subsidi rumah untuk pekerja lebih dari 274.000 unit.
5. Bantuan subsidi upah (BSU) bagi 15 juta pekerja sebesar Rp600.000 per orang.
6. Insentif PPh 21 ditanggung pemerintah bagi 2,2 juta pekerja berpenghasilan hingga Rp10 juta.
7. Bonus hari raya 25 persen untuk 3 juta pengemudi ojek dan transportasi online.
8. Program magang nasional 100.000 peserta dengan gaji setara UMP dan sertifikasi.
9. Pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
10. Pembukaan 1,2 juta lapangan kerja dari program makan bergizi gratis.
11. Pembukaan 2,7 juta lapangan kerja dari investasi Rp1.931 triliun.
12. Tambahan 600.000 lapangan kerja dari program hilirisasi industri.
13. Program makan bergizi gratis untuk anak, ibu hamil, dan menyusui dari keluarga buruh.
14. Layanan cek kesehatan gratis bagi buruh dan keluarganya.
15. Stabilitas harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli pekerja.
16. Diskon iuran jaminan sosial hingga 50 persen bagi pekerja informal.
17. Program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dengan manfaat 60 persen gaji selama 6 bulan.
18. Program pelatihan vokasi nasional untuk 70.000 peserta sesuai kebutuhan industri.
Peringatan May Day 2026 ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempertegas arah kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan pekerja. Dengan berbagai program yang disampaikan, publik kini menanti implementasi nyata di lapangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para buruh di seluruh Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Diberi Kejutan Prabowo Subianto di Prancis, Ulang Tahun Teddy Indra Wijaya Dirayakan di Hotel Rp232 Juta Per Malam
Tegas! Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siap Cabut IUP Bermasalah di Kawasan Hutan, Ini Arahan Presiden Prabowo
Hasil Lawatan ke Moskow, Presiden Prabowo Siapkan Putra Putri Terbaik Untuk Dikirimkan pada Program Kosmonot Rusia, Apa Itu?
Kabar Gembira Bagi K-Popers, Presiden Prabowo Berencana Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia, Ini Alasannya
Sederet Tokoh Penting Bakal Hadir, Ahmad Dhani Ungkap Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju