SketsaNusantara.id – Hingga Selasa 28 April 2026 petang, tim SAR gabungan masih terus bergelut dengan waktu dan arus sungai demi mencari keberadaan Buyang (44), warga asal Banyuwangi yang dilaporkan hilang secara misterius saat mandi di Sungai Garahan.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan bahwa pencarian telah memasuki hari ketiga.
Namun, alam nampaknya masih menyimpan rahasia tentang keberadaan pria yang sehari-harinya tinggal di Desa Garahan tersebut.
Baca Juga: BPBD Jember Bergerak Cepat Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Tiga Kecamatan
"Kami terus mengupayakan yang terbaik. Hingga pukul 16.00 WIB, tim gabungan telah menyisir aliran sungai dengan berbagai metode, namun korban masih belum ditemukan," ujar Edy saat memberikan keterangan terkait perkembangan operasi SAR, Rabu 29 April 2026.
Peristiwa ini bermula pada Minggu siang 26 April 2026, Buyang berpamitan untuk mandi di sungai yang terletak di belakang Depot Garahan Asri.
Namun, hingga senja menyapa, ia tak kunjung pulang. Kekhawatiran keluarga memuncak saat mereka hanya menemukan benda-benda bisu di pinggir sungai seperti sebuah ember berisi peralatan mandi, celana, handuk, tas selempang berisi ponsel, dan sehelai baju berwarna merah yang masih tergeletak rapi.
Baca Juga: Pohon Trembesi Tua Tumbang hingga Tutupi Jalan, BPBD Jember Lakukan Pembersihan
Keluarga menduga, penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh saat ia tengah berada di dalam air. Hal inilah yang menjadi dasar kuat dugaan bahwa korban terbawa arus sungai.
Edy Budi Susilo menjelaskan bahwa operasi hari ketiga ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur. Tak kurang dari empat Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan ke lapangan.
"Kami membagi tim menjadi empat titik fokus. SRU 1 hingga 3 menggunakan perahu karet dari FAJI, SAR OPA, dan Basarnas untuk menyisir area dari Kantor Desa Sempolan hingga mencapai DAM Mayang. Sementara SRU 4 bergerak menyisir jalur darat di sepanjang bantaran sungai," urainya detail.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Puncak Mudik, BPBD Jember Ingatkan Para Wisatawan untuk Waspada
Meski debit air sungai terpantau normal dan cuaca sempat bersahabat sebelum turun hujan ringan, kendala di lapangan tetap ada. Medan sungai yang dinamis menuntut ketelitian tinggi dari para relawan.
Namun, karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keamanan, operasi dihentikan sementara saat matahari mulai terbenam. Posko pencarian yang berpusat di Kantor Desa Garahan tetap bersiaga untuk merencanakan langkah selanjutnya.***