SketsaNusantara.id – Upaya transformatif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengoptimalkan sektor pelayanan publik mendapat pengakuan di tingkat provinsi.
Bupati Jember, Gus Fawait, dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT PWI Jatim ke-80 yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis 16 April 2026 malam.
Kehadiran Gus Fawait dalam agenda prestisius tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka.
Baca Juga: Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
Menanggapi apresiasi ini, Gus Fawait mengibaratkan penghargaan tersebut sebagai amunisi tambahan bagi jajarannya.
"Penghargaan ini adalah vitamin yang memacu adrenalin kami di pemerintahan untuk terus berinovasi. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras dalam melayani masyarakat Jember berada di jalur yang tepat," ungkap Gus Fawait secara terpisah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember memaparkan tiga strategi utama yang menjadi fondasi perubahan di Kabupaten Jember:
Baca Juga: Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Pertama, UHC (Universal Health Coverage) Prioritas, Kebijakan jaminan kesehatan yang memastikan penduduk ber-KTP Jember, terutama kelompok rentan, dapat mengakses fasilitas medis secara gratis di seluruh jaringan rumah sakit nasional.
Kedua, Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan), Sebuah terobosan untuk mendesentralisasi birokrasi. Masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota karena pengurusan Adminduk seperti KTP dan KK bisa dirampungkan di level kecamatan.
Ketiga adalah Wadul Gus'e, ruang dialog digital yang memfasilitasi komunikasi dua arah antara warga dan pimpinan daerah.
“Platform ini menjadi kanal bagi rakyat untuk melaporkan masalah atau menyumbangkan gagasan konstruktif demi perbaikan layanan,” imbuhnya.
Gus Fawait menegaskan bahwa, pihaknya akan memastikan ketersediaan sarana pendukung, termasuk stok blangko KTP di kecamatan, tetap terjaga agar program Peta Cinta berjalan tanpa hambatan. Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis dan partisipatif dalam mengawal pembangunan.