Penulis asal Medan ini juga mempertanyakan cara Kemenhaj menjaga kuota haji pada sistem ‘War Tiket’ agar tidak diperjualbelikan calo.
Menanggapi cuitan tersebut, Dahnil meminta agar Ika Natassa membaca tulisannya di salah satu media nasional yang memuat penjelasan mengenai ‘War Tiket’ haji.
“Monggo baca tulisan saya di kompas, Mas. Lengkap,” cuit Dahnil.
Baca Juga: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj Pastikan Pelayanan Bersih dan Bebas Penyimpangan
Namun respons Dahnil lewat akun X-nya @dahnilanzar pada 11 April 2026 ini langsung menyita perhatian netizen.
Netizen menilai, politisi Gerindra ini telah melakukan misgendering atau salah penyebutan terhadap penulis Ika Natassa.
“Kacau, sekelas Wakil Menteri melakukan tindakan intentionally misgendering/verbal harrasment ke Mbak @ikanatassa,” cuit akun X @andikamalreza.
Netizen tersebut menduga Dahnil secara sengaja menyebut Ika Natassa dengan panggilan Mas.
Tudingan tersebut muncul lantaran pada cuitan Dahnil dan Ika Natassa sebelumnya, aktivis Muhammadiyah ini memanggil penulis tersebut dengan sebutan ‘Sis’ yang merujuk pada Sister atau kakak dalam bahasa Inggris.
“Padahal sebelumnya pernah beberapa kali saling bersinggungan tweet dan tetap memanggil dengan sebutan ‘Sis’,” tulis akun itu lagi.
Dalam cuitan tersebut, pemilik akun juga melampirkan sejumlah interaksi antara Dahnil dan Ika Natassa pada Februari 2026 lalu.
“Sis, anda tinggal cek akun resmi @kemenhaj_ri bisa juga lihat penjelasan-penjelasan resmi saya sebelumnya, Jangan malas ah. Anda pernah peanjang berinteraksi dengan yang lain begini. Agaknya jarang. Karena saya terbiasa dengan komunikasi egaliter. Terbuka. Kritik dan debat makanan gue sis. Jadi biasa aja,” balas Dahnil saat Ika Natassa menyoroti komunikasi publik-nya.
“Kalau gue nggak terima kritik, gue nggak akan interaksi secara egaliter seperti ini, Sis,” cuit Dahnil lagi.
Ika Natassa sendiri memberikan balasan menohok saat dirinya disebut ‘Mas’ oleh Dahnil.