news

Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun 2026, Fokus Setarakan Madrasah dan Sekolah Umum hingga Perbaikan

Minggu, 5 April 2026 | 20:30 WIB
Potret Nasaruddin Umar. (Instagram/nasaruddin_umar)

SketsaNusantara.id - Usulan tambahan anggaran pendidikan kembali menjadi perhatian publik. Menteri Agama mengajukan rencana anggaran besar untuk tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.

Langkah ini bertujuan mengurangi kesenjangan antara madrasah dan sekolah umum. Selama ini, perbedaan fasilitas dan dukungan masih menjadi sorotan. Pemerintah berupaya menghadirkan pemerataan dalam sistem pendidikan nasional.

Anggaran tambahan yang diusulkan mencapai Rp24,8 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah program strategis. Program ini mencakup perbaikan fasilitas hingga dukungan operasional pendidikan.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Pesan Paskah 2026, Tekankan Doa untuk Kedamaian dan Harmoni Bangsa

"Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Rincian penggunaan anggaran mencakup beberapa program utama. Salah satunya adalah revitalisasi satuan pendidikan keagamaan. Selain itu, terdapat program bantuan buku tulis gratis bagi siswa.

Program lainnya adalah pengembangan sekolah unggulan berbasis transformasi. Seluruh program ini dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah menargetkan hasil yang merata di seluruh wilayah.

Baca Juga: Sederet Kontroversi Nasaruddin Umar, Menag Ramai Dikritik karena Tak Setuju dengan Gerakan Boikot Produk AS-Israel di Tengah Konflik Timur Temgah

Fokus besar dalam usulan ini adalah perbaikan sarana dan prasarana. Anggaran sebesar Rp13,7 triliun disiapkan untuk program revitalisasi. Dana tersebut akan menyasar ribuan lembaga pendidikan keagamaan.

Sebanyak 7.131 satuan pendidikan direncanakan menerima program tersebut. Mayoritas penerima adalah madrasah yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, sekolah berbasis agama lain juga masuk dalam daftar penerima.

Kondisi bangunan madrasah menjadi perhatian utama pemerintah. Banyak fasilitas yang dinilai membutuhkan perbaikan mendesak. Hal ini berkaitan langsung dengan kualitas proses belajar mengajar.

Selain infrastruktur, program Makan Bergizi Gratis juga menjadi sorotan. Saat ini, jangkauan program tersebut di madrasah masih terbatas. Persentasenya disebut jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum.

“Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini. Kami berharap jangkauannya ditingkatkan,” ujar Menag.

Pemerintah menilai perluasan program tersebut penting dilakukan. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan gizi siswa di lingkungan pendidikan keagamaan. Dukungan ini diharapkan meningkatkan kualitas belajar siswa.

Halaman:

Tags

Terkini