“Tapi harus melalui cara-cara yang tidak merugikan diri sendiri atau bahkan merugikan orang lain,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dalam perkembangan yang lebih positif, beberapa sekolah disebut mulai mengakomodasi minat siswa terhadap bantengan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi agar anak-anak tetap bisa menyalurkan minat budaya mereka tanpa harus meninggalkan pendidikan.
“Alhamdulillah sudah mulai banyak sekolah yang mewadahi bantengan dalam bentuk ekstrakurikuler, sehingga anak-anak bisa menyalurkan bakat bantengan di sekolah dengan lebih aman,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!