SketsaNusantara.id - Fenomena anak yang memilih berhenti sekolah demi mengikuti kelompok kesenian bantengan di Kabupaten Malang menjadi perhatian publik.
Isu ini mencuat setelah disorot oleh akun X @listyantidewi, beberapa waktu yang lalu.
Pemilik akun mengungkap adanya kasus anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan karena lebih memilih aktif dalam kelompok bantengan.
Bahkan, sebagian dari mereka disebut sudah memperoleh penghasilan dari penampilan seni tersebut.
“Di Kabupaten Malang, marak terjadi kasus anak tidak mau lanjut sekolah dan lebih memilih ikut bantengan. Ada dan (kadang) orangtuanya beralasan bahwa ketika sudah masuk kelompok bantengan, maka tidak perlu lagi sekolah karena sudah bisa menghasilkan uang dari pentas bantengan itu,” tulisnya.
Pernyataan ini langsung menarik perhatian karena menyoroti dilema antara pelestarian budaya lokal dan keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda.
Bantengan merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup populer di wilayah Malang dan sekitarnya.
Pertunjukan ini biasanya menampilkan atraksi tarian dengan kostum menyerupai banteng, diiringi musik tradisional dan unsur teatrikal.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertunjukan bantengan semakin sering digelar dalam berbagai acara masyarakat, mulai dari perayaan desa hingga festival budaya.
Popularitas tersebut membuat banyak anak muda tertarik untuk bergabung dalam kelompok bantengan.
Selain dianggap sebagai sarana menyalurkan minat seni, beberapa kelompok bantengan juga mendapatkan honor dari setiap pertunjukan yang mereka lakukan.