SketsaNusantara.id - CEO Exquisite Media Group, Lenny Marlina Tanu, menjadi korban penipuan online yang dilakukan oleh sindikat penipu yang ternyata beroperasi dari dalam penjara. Kasus ini bermula dari komunikasi yang terlihat meyakinkan hingga membuat korban mentransfer uang dalam jumlah besar.
Peristiwa tersebut bermula ketika Lenny dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai kerabat dari teman dekatnya. Pelaku kemudian memperkenalkan sebuah peluang bisnis berupa penjualan raket padel edisi terbatas yang diklaim sedang banyak diminati.
Dalam percakapan itu, pelaku meminta bantuan Lenny untuk menjadi perantara atau middleman dalam transaksi tersebut. Ia juga diminta menalangi pembayaran sementara dengan alasan pembeli sudah mentransfer uang kepadanya.
Komunikasi yang dilakukan pelaku dinilai sangat meyakinkan. Bahkan pelaku menunjukkan bukti transfer yang seolah-olah berasal dari pembeli untuk memperkuat ceritanya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Lenny mengungkapkan bahwa cara pelaku berbicara di telepon membuatnya percaya dengan skenario tersebut.
“Dia membuat saya percaya dengan komunikasi yang sangat meyakinkan melalui telepon serta bukti transfer seakan-akan pembeli sudah melakukan pembayaran,” tulis Lenny dalam unggahannya, dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @lennymtanu.
Tanpa menyadari bahwa dirinya sedang menjadi target penipuan, Lenny kemudian mentransfer uang hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Namun setelah menyadari kejanggalan dalam transaksi tersebut, ia mulai menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Lenny kemudian segera melakukan penelusuran terhadap identitas pelaku.
Dari hasil penelusuran tersebut diketahui bahwa pelaku berada di wilayah Binjai, Sumatera Utara. Pada saat yang sama, Lenny juga melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian di Polsek Grogol.
Tak berhenti sampai di situ, Lenny memutuskan untuk turun langsung menelusuri kasus ini. Ia segera berangkat menuju Medan dan melanjutkan perjalanan darat setelah mendapatkan informasi terkait lokasi pelaku.
Pada Minggu, 8 Maret 2025, Lenny tiba di kantor kepolisian di wilayah Langkat, Sumatera Utara untuk berkoordinasi dengan aparat setempat. Di sana ia bertemu dengan unit kepolisian yang kemudian membantu menelusuri keberadaan para pelaku.