Kamis, 4 Juni 2026

Dugaan Penipuan dan Tindakan Represif SPPG di Yogyakarta Picu Sorotan Publik

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 13 Februari 2026 | 06:03 WIB
Potret distribusi makanan yang jadi sorotan, warganet mempertanyakan kesesuaian menu dengan realisasi di lapangan. (X/menuembegejelek)
Potret distribusi makanan yang jadi sorotan, warganet mempertanyakan kesesuaian menu dengan realisasi di lapangan. (X/menuembegejelek)

SketsaNusantara.id - Media sosial kembali diramaikan oleh unggahan yang menyoroti dugaan ketidakadilan dalam distribusi program makanan bagi siswa.

Dalam unggahan akun X @menuembegejelek disebutkan kejadian tak adil dialami oleh siswa-siswi suatu sekolah di bilangan Yogyakarta, yang mana mereka terdaftar sebagai penerima manfaat MBG dari SPPG Ngestiharjo 4, Bantul, DIY.

Pernyataan ini menjadi dasar tudingan bahwa telah terjadi ketidaksesuaian antara informasi yang disampaikan dan realitas di lapangan.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan Usai Konsumsi Menu MBG, Puluhan Dirujuk ke Rumah Sakit

Lebih lanjut dijelaskan bahwa melalui media sosial resmi SPPG, terdapat unggahan menu makanan yang disebut berbeda dari yang diterima siswa.

“Melalui medsos SPPG, mereka mengunggah bahwa menu kemarin, 11 Februari 2026, akan menghadirkan prohe berupa ikan dori, namun pada kenyataannya yang datang hanya ompreng berisi nasi, tahu, sayur frozen food, semangka dua potong dadu kecil, dan SECUIIIL PANGSIT,” tulis akun tersebut.

Kalimat ini secara langsung menggambarkan kekecewaan atas dugaan ketidaksesuaian menu.

Baca Juga: Orang Tua Salah Satu Siswa SD di Jember Spill Menu MBG, Netizen Soroti Anggarannya: dari yang Rp15 Ribu Jadi...

Tak berhenti pada persoalan menu, unggahan tersebut juga menyoroti respons yang dinilai tidak proporsional dari pihak terkait.

“Atas kekecewaannya, salah seorang siswi mengunggahnya ke medsos dengan maksud memancing SPPG Ngestiharjo 4 untuk memberi keterangan,” tulisnya lagi.

Namun alih-alih mendapatkan klarifikasi, situasi disebut berkembang menjadi polemik.

Baca Juga: Mobil MBG Tabrak Pagar SD di Clampar kebumen, Sopir Ngamuk hingga Gigit Jari Warga yang Hendak Menolong

“Namun alih-alih memberi keterangan, mereka malah menonaktifkan akun Instagramnya dan melakukan tindakan represif dengan cara mengerahkan dua cecunguk buzzer dengan nama pengguna (@rizal_rockk dan @) untuk menggembok,” demikian keterangan dari unggahan tersebut.

Kalimat ini mengandung tudingan serius terkait dugaan pembungkaman kritik melalui media sosial.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X