SketsaNusantara.id - Kabar mengejutkan datang dari komedian Melki Bajaj yang diduga terseret dalam kasus dugaan penipuan investasi berkedok kemitraan laundry.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh pengacara kondang Pablo Benua.
Dalam sebuah kesempatan, Pablo Benua mengungkapkan bahwa sejumlah korban merasa tertipu oleh Melki Bajaj.
Sebuah perusahaan yang diduga melakukan praktik investasi ilegal resmi dilaporkan Pablo ke Bareskrim Polri melalui firma hukumnya.
"PT Juragan Kucek Indonesia, yang mana perbuatan yang kami laporkan terkait dengan penipuan, penggelapan, dan atau tindak pidana pencucian uang," ungkap Pablo Benua dilansir dari kanal YouTube Reyben Entertainment.
Dikatakan Pablo Benua bahwa PT Juragan Kucek Indonesia melakukan modus dengan menawarkan program kemitraan atau waralaba kepada publik.
Iming-iming kepemilikan kios laundry dengan skema bagi hasil menarik menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ditawarkan pada calon-calon korban.
"Jadi orang-orang ditawarkan siapa yang mau buka kios untuk laundry. Paketnya mulai dari Rp 155 juta, Rp175 juta dan 195 juta, dijanjikan profit," katanya.
Setelah para investor tertarik dan memilih paket yang ditawarkan, pihak perusahaan akan menyediakan kios fisik bagi yang sudah melakukan penyetoran dana.
Baca Juga: Hati-Hati Para Pedagang! Modus Penipuan Baru Berkedok Pinjam Uang Tunai Diganti QRIS
Namun alih-alih mendapat kios fisik seperti yang dijanjikan, para investor justru hanya menerima iming-iming janji manis.
Artikel Terkait
Terungkap Dugaan Penipuan dan Wanprestasi Bernilai Fantastis, Adly Fairuz Digugat hingga Rp5 Miliar dan Terseret Janji Masuk Akademi Polisi
Heboh! Adly Fairuz Diduga Terlibat Kasus Penipuan Calon Akpol, Kerugian Korban Capai Rp3,6 Miliar
Tak Disangka! Khairunnisa Nisya yang Nyamar Jadi Pramugari Batik Air Ternyata Korban Penipuan Lowongan Kerja hingga Rugi Rp30 Juta
Nama Timothy Ronald Pendiri Akademi Crypto Ikut Terseret Laporan Dugaan Penipuan Trading Kripto
Timothy Ronald Alumni Mana? Ini Rekam Jejak Influencer yang Dipolisikan atas Dugaan Penipuan Kripto, Latar Belakang Pendidikannya Kembali Jadi Sorotan