Peni Dwi Wahyu Winarsi menekankan bahwa kekuatan ekonomi Jember sejatinya terletak pada daya beli masyarakatnya.
"Struktur PDRB kita didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencapai 69,11 persen. Ini membuktikan bahwa aktivitas belanja masyarakat adalah mesin utama penggerak ekonomi di Jember," jelasnya.
Dalam lingkup regional, pertumbuhan Jember sebesar 5,47 persen ini melampaui rata-rata pertumbuhan daerah lain di Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,33 persen.
Di kawasan Tapal Kuda, Jember menempati urutan kedua sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Posisi pertama diraih oleh Banyuwangi (5,65 persen).
Baca Juga: Pemkab Jember Jamin Beasiswa Kuliah Gratis bagi Penggawa Macan Raung
Di bawah Jember, terdapat Lumajang (5,35 persen), Probolinggo (5,34 persen), Bondowoso (5,32 persen), dan Situbondo (5,28 persen).
"Meskipun kita berada di posisi kedua setelah Banyuwangi untuk wilayah Tapal Kuda, pencapaian ini merupakan sinyal kuat bahwa pemulihan dan penguatan ekonomi di Jember berjalan sesuai jalur," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI