news

Guru Besar UI Soroti Perbedaan Sikap Netizen Korea di Tengah Perseteruan SEAblings vs Knetz, Ingatkan Asia Tenggara sebagai 'Tulang Punggung' Global

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:15 WIB
Potret bendera negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang belakangan ini berseteru dengan Knetz gegara komentar rasis warganet Korea Selatan di media sosial (Pixabay/frameangel)

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons terhadap sindiran sebagian Knetz terhadap video musik (MV) girlband Indonesia No Na yang menampilkan latar sawah.

Knetz menilai video clip No Na "nggak modal" jika dibandingkan dengan MV grup boyband Korea Selatan yang lebih estetik dan penuh sentuhan editing canggih.

Padahal, visual tesebut bukanlah sesuatu yang patut direndahkan, bahkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi negara-negara ASEAN. Justru, sektor pertanian dan sumber daya kawasan Asia Tenggara memiliki peran penting dalam rantai pasok global.

Baca Juga: Indonesia Jadi Bahan Rasisme Warga Negara Asing Korea Selatan di Forum Online, Ini yang Mereka Katakan!

Tak sampai di situ, Rhenald juga menyoroti perbedaan sikap netizen Korea yang cenderung menunjukkan rasa hormat tinggi terhadap negara-negara Barat seperti Amerika Serikat atau Eropa, bahkan berhati-hati terhadap Jepang dan China.

Ia menyinggung kolaborasi artis Korea dengan musisi global sebagai bentuk "soft power" yang mendapat validasi dari negara-negara Barat, sehingga muncul pandangan bahwa warga Korea merasa lebih unggul dibandingkan negara lainnya.

"Padahal setiap bangsa punya keunikan sendiri-sendiri dan ada yang unggul di dunia. Perancis, misalnya unggul di fashion dan makanan, Italia juga begitu. Lalu kemudian bangsa-bangsa Eropa punya ciri khas sendiri dalam budayanya," tuturnya.

"Amerika punya Hollywood, India punya Bollywood dan kemudian ini menjadi pertaruhan. Ingat juga kata Obama. Kalau ingin menjadi bangsa yang dihormati, harus menimbulkan kekaguman," ujarnya.

Baca Juga: Sejumlah Influencer Korea Selatan Minta Maaf kepada Indonesia di Tengah Ramainya Perseteruan SEAblings vs Knetz, Tegaskan Rasisme Tak Bisa Dibenarkan

Menurutnya, perseteruan SEAblings vs Knetz di media sosial belakangan ini bisa meruntuhkan soft power Korea Selatan. Negara bisa runtuh bukan karena budayanya lemah, melainkan bisa tergerus oleh perilaku warganya sendiri.

Rhenald menegaskan bahwa ASEAN bukanlah kawasan yang bisa diremehkan. Dengan populasi besar, pertumbuhan ekonomi signifikan, serta peran strategis dalam perdagangan internasional, Asia Tenggara memiliki peran kuat sebagai "tulang punggung" global.

Ia bahkan menyebut China sangat berhati-hati terhadap ASEAN karena menyadari pentingnya kawasan ini dalam rantai pasok dan stabilitas regional.

"Kalau sama Eropa, Amerika, kelihatannya orang Korea ini takut, karena Amerika dianggap sebagai guru yang membesarkan mereka. Kolaborasi artis dengan musisi besar juga seolah menjadi validasi bagi mereka," ujarnya.

Baca Juga: Bikin Warganet Luluh, Grup Vokal Anak-Anak Korea Sampaikan Pesan Menyentuh Ini untuk Indonesia di Tengah Keributan SEAblings vs Knetz

"Sama Jepang juga, mereka ragu-ragu. Lawan Cina juga, mereka takut-takut. Tapi sama ASEAN, mereka (netizen Korea) berani sekali, dan bahkan ngata-ngatain kita," lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini