SketsaNusantara.id – Fenomena tanah bergerak yang melanda sejumlah titik di Kota Semarang kini berada pada level yang mengkhawatirkan.
Laporan terbaru mencatat dampak kerusakan meluas secara signifikan, mengakibatkan sedikitnya 15 rumah warga mengalami rusak total dan tidak lagi layak huni.
Dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, kondisi ini dipicu oleh tanah yang labil, dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Tanah Bergerak Mengubah Hidup Warga Padasari Tegal, Ribuan Mengungsi, Listrik Padam
Sehingga hal ini membuat pergerakan struktur tanah semakin tak terkendali, terutama di wilayah perbukitan dan zona merah rawan longsor.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan yang dialami warga bukan lagi sekadar retakan kecil.
Sebagian besar rumah yang terdampak mengalami pondasi ambles, dinding runtuh hingga lantai terbelah.
"Awalnya cuma retak tipis di teras, tapi dalam semalam tanah turun drastis. Sekarang pintu sudah tidak bisa ditutup dan dinding belakang roboh total," ujar salah satu warga yang terpaksa mengungsi.
Tim BPBD Kota Semarang bersama relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemetaan area bahaya.
Beberapa poin penting dalam penanganan darurat saat ini meliputi evakuasi warga dari penghuni dari 15 rumah yang rusak total telah dievakuasi ke tempat pengungsian sementara atau rumah kerabat yang lebih aman.
Area dengan pergerakan tanah paling aktif telah disterilkan untuk mencegah adanya korban jiwa jika terjadi reruntuhan susulan.
"Kami sedang berupaya mengevakuasi barang-barang dari beberapa pengungsi untuk dapat di evakuasi ke tempat yang lebih aman karena melihat pergerakan tanah diatas sana masih lumayan aktif," ungkap salah satu relawan.