Sementara itu, pemerintah Kota Semarang berkoordinasi dengan ahli geologi untuk menentukan apakah wilayah tersebut masih layak ditinggali atau harus dilakukan relokasi permanen.
Para ahli menyebutkan bahwa topografi Semarang yang terdiri dari perbukitan dengan lapisan tanah lempung sangat rentan mengalami landslide atau tanah bergerak saat jenuh air.
Hujan yang turun terus-menerus berfungsi sebagai pelumas di lapisan bawah tanah, mempercepat pergeseran massa tanah di atasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kabar Gembira! Menko Airlangga Umumkan Diskon Besar-besaran Tiket Mudik Lebaran 2026, Berikut Rinciannya
Harga Sembako Jelang Ramadhan dan Idul Fitri Dipastikan Stabil, Mendag Tinjau Langsung Pasar di Jawa Tengah
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Realita Biaya Kesehatan, Aliran Iuran, dan Perbandingan Indonesia dengan Jerman
Jaga Daya Beli Jelang Lebaran, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Bernilai Rp 11,92 Triliun, Ini Ketentuannya
Booth BYD di IIMS 2026 Hadirkan Pengalaman EV Paling Lengkap, dari Teknologi hingga Cerita Komunitas Pengguna
Dewasa Menghadapi Pengkhianatan: Kisah Suami di Probolinggo yang Memilih Jalan Damai saat Istri Berselingkuh