SketsaNusantara.id - Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan aspek keselamatan pendaki.
Upaya ini dilakukan sebagai respons atas sejumlah peristiwa pendaki yang tersesat bahkan dilaporkan hilang di jalur pendakian.
Sebagai bentuk antisipasi, pengelola kawasan kini mulai mengimplementasikan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan panic button (SOS) serta sistem checkpoint di jalur pendakian resmi.
Baca Juga: Hasil Visum Ungkap Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Meninggal Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan
Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem keselamatan yang lebih modern, terukur, dan terintegrasi.
Kebijakan ini diketahui melalui unggahan akun media sosial @mountnesia, yang menjelaskan bahwa penggunaan RFID dan panic button menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan pendakian di kawasan TNGGP.
Dalam unggahan tersebut ditegaskan bahwa peningkatan keselamatan pendaki menjadi perhatian utama pengelola taman nasional, dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @mountnesia.
Dalam penerapannya, pengelola TNGGP menggandeng Direktorat Pengelolaan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan.
Kolaborasi ini bertujuan memastikan implementasi teknologi keselamatan berjalan optimal dan sesuai dengan standar pengelolaan kawasan konservasi.
Teknologi RFID tersebut mulai diberlakukan di beberapa jalur pendakian, di antaranya Gunung Putri dan Cibodas, dengan kawasan Surya Kencana ditetapkan sebagai salah satu titik checkpoint utama.
Keberadaan checkpoint ini berfungsi sebagai titik pemantauan pergerakan pendaki secara berkala.
Penerapan sistem RFID disebut sebagai langkah lanjutan atas evaluasi sejumlah insiden yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.