SketsaNusantara.id - Pencarian terhadap Syafiq Ali, pendaki Gunung Slamet yang sempat dilaporkan hilang, akhirnya membuahkan hasil.
Setelah 17 hari dinyatakan menghilang, Syafiq akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lereng gunung sisi selatan puncak.
Kabar ini sontak menyita perhatian publik, terlebih bagi warganet yang sejak awal mengikuti perkembangan proses pencarian. Meski berakhir duka, penemuan Syafiq setidaknya memberikan kepastian bagi keluarga yang selama lebih dari dua pekan menanti kabar.
Baca Juga: Pendaki Hilang di Gunung Slamet, Operasi SAR Syafiq Pendaki Asal Magelang Resmi Dihentikan
Kabar penemuan Syafiq dikonfirmasi oleh salah satu ranger yang terlibat langsung dalam proses pencarian. Informasi tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Salah seorang ranger sekaligus relawan Gunung Slamet kemudian membagikan kronologi singkat penemuan korban.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelajar asal Magelang itu ditemukan dalam kondisi telungkup di antara bebatuan di punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar jalur Watu Langgar.
Penemuan ini bermula ketika tim relawan menemukan senter di sekitar lokasi. Tak jauh dari situ juga ditemukan sepatu dan telepon genggam hingga dompet yang berisi KTP dan STNK milik korban.
"Syafiq ditemukan tim SAR dan relawan yang ada, dia ditemukan tidak jauh dari jalur Watu Langgar," ucap salah seorang ranger dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @exploregunung_ pada hari Kamis, 15 Januari 2026.
"Kondisinya (Syafiq) tidak dalam kondisi terkubur seperti yang sebelumnya diperkirakan. Yang pertama kali kita temukan adalah senternya, lalu dompet isinya KTP dan STNK," imbuhnya.
Relawan menduga Syafiq meninggal dunia akibat hipotermia. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi korban saat ditemukan, di mana jaket dan celana pendek masih melekat di tubuh, sementara celana panjang yang dikenakannya terlepas sebagian.
Fenomena aneh melepas pakaian saat berada di suhu dingin ekstrem seperti ini dikenal sebagai gejala hipotermia berat. Kondisi tersebut kerap terjadi pada korban yang mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis.
"Kemungkinan survivor (Syafiq) ini terkena hipotermia, dia bahkan sempat melepas celananya, jadi sudah tingkat akut sepertinya," tuturnya.
Artikel Terkait
Jalur Landai dengan View Tak Kalah Menawan, Berikut Rekomendasi 3 Gunung di Jawa Timur untuk Kamu Pendaki Pemula
Jalur Pendakian Ditutup Pasca Gunung Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas, Begini Kondisi Para Pendaki yang Berada di Ranu Kumbolo
Terjebak di Ranu Kumbolo saat Gunung Semeru Erupsi, Sejumlah Pendaki Berhasil Tiba di Basecamp Ranu Pani
Tim Kementerian Pariwisata Terjebak Bersama 137 Pendaki Saat Erupsi Gunung Semeru, TNBTS: Tetap Bertahan di Ranu Kumbolo
Mengharukan Perjuangan Ayah Mendaki Gunung Slamet Demi Mencari Anak Hilang Kisah Dhani Rusman yang Menyentuh Hati Warganet
Harapan Tak Padam untuk Syafiq, Pemkot Magelang Galang Donasi Rp 55 Juta untuk Bantu Pencarian di Gunung Slamet