Geram, Luhut bahkan menantang pihak-pihak yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti kepemilikan saham TPL.
Tuduhan tersebut dinilai telah mencederai nama baiknya sebagai pejabat publik, sehingga ia menentang penyebaran informasi yang beredar bukan berdasarkan pada fakta, dan hanya asumsi atau spekulasi belaka.
"Saya tidak pernah punya saham selain di perusahaan saya. Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin, bawa ke sini!" kata Luhut.
"Maaf agak jengkel ini, karena menurut saya (tuduhan) ini sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri. Saya tidak pernah mau memiliki saham di perusahaan (merusak lingkungan) seperti itu," tuturnya.
Dalam unggahannya, Luhut juga mengaku telah menentang TPL sejak 20 tahun lalu. Ia tegas menolak keberadaan perusahaan yang dulu dikenal sebagai PT Indorayon Utama tersebut karena dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
"Saat mengemban amanah sebagai Menperindag pada era Presiden Gus Dur tahun 2001, saya menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau. Belum lagi kawasan hutan yang kian rusak," tuturnya.
"Dari situ saya belajar satu hal penting: pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat. Pesan penting agar saya tidak pernah membuat kebijakan yang membahayakan masa depan generasi muda, terutama dalam hal pelestarian lingkungan," sambungnya.
Luhut juga sudah menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut izin usaha TPL secara permanen, mengingat kerusakan lingkungan di kawasan hutan dan sekitar Danau Toba sudah terlalu masif dan merugikan negara serta mengancam kehidupan masyarakat di sekitarnya.
"Saya bukan hanya menentang (kehadiran TPL), Saya saran pada Presiden untuk dicabut. Masa kita dikontrol oleh satu orang saja yang mengontrol hampir 200 ribu hektare tanah di sana. Itu tidak benar," ujar Luhut.
"Saya juga sudah menyampaikan kepada Presiden bahwa lahan tersebut harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Kami akan ubah eksploitasi menjadi pemulihan yang menumbuhkan harapan," ujarnya.
"Pertanian berbasis teknologi dan pemulihan ekosistem akan menjadi upaya untuk memulihkan masa depan masyarakat Tapanuli secara lebih bermartabat," pungkasnya.
Pernyataan Luhut ini kemudian ditanggapi langsung oleh PT Toba Pulp Lestari Tbk.