Minggu, 19 Juli 2026

Saat Warga Masih Terdampak Banjir, Dugaan Tebang Pilih Kayu di Aceh Tamiang Picu Protes dan Ketegangan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 21 Desember 2025 | 21:30 WIB
Kayu gelondongan berukuran raksasa di Aceh (X@NenkMonica)
Kayu gelondongan berukuran raksasa di Aceh (X@NenkMonica)

SketsaNusantara.id - Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang, warga Aceh Tamiang masih menghadapi dampak serius di lingkungan mereka. Material banjir masih berserakan di pemukiman.

Kondisi tersebut menambah beban warga yang berusaha kembali beraktivitas.

Situasi itu semakin memanas setelah beredar sebuah video protes warga di media sosial.

Baca Juga: Heboh Butiran Emas di Lumpur Pasca Banjir Bandang di Aceh Surut, Warga: Bencana Membawa Berkah

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @Hot Topic pada Minggu, 21 Desember 2025. Rekaman itu langsung menyedot perhatian publik.

Dalam video tersebut, warga menyoroti aktivitas pengangkutan gelondongan kayu sisa banjir. Kayu-kayu tersebut masih tersebar di sekitar rumah warga.

Aktivitas pengangkutan diduga tidak dilakukan secara menyeluruh.

Warga mencurigai adanya praktik tebang pilih oleh oknum tertentu. Kayu yang diangkut disebut hanya kayu berkualitas tertentu.

Baca Juga: Warga Aceh Tamiang Cium Dugaan Adanya Praktik Tebang Pilih, Muncul Oknum Datang ke Lokasi Bencana Untuk Angkut Kayu yang Telah Ditandai

Beberapa gelondongan bahkan terlihat telah diberi tanda atau nomor.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga setempat. Mereka menilai kehadiran pengangkut kayu tidak membantu membersihkan lingkungan. Aktivitas itu justru dinilai hanya berfokus pada kayu bernilai ekonomi tinggi.

Dalam rekaman video, seorang warga melayangkan protes secara langsung. Ia menyampaikan sindiran agar pengangkutan tidak dilakukan secara pilih-pilih.

“Kalau bisa janganlah yang pakai nomor aja yang diangkat,” ujar warga tersebut.

Warga berharap sisa kayu banjir dibersihkan secara total. Lingkungan yang masih dipenuhi material banjir dinilai menyulitkan aktivitas harian. Proses pemulihan dinilai belum berjalan optimal.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X