Sebelum polemik Mens Rea, Inayah melalui Jaringan GUSDURian secara konsisten mengkritik kebijakan yang memberi izin pengelolaan tambang kepada organisasi keagamaan.
Menurutnya, ormas seharusnya menjadi penjaga moral dan etika bangsa, bukan terlibat dalam industri ekstraktif yang rawan konflik sosial dan kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu, ia melihat materi yang disampaikan di stand up comedy Mens Rea bukan sekadar lawakan di panggung, tetapi menyuarakan keresahan masyarakat sebagai bentuk kebebasan berekspresi.
Sikap Inayah Wahid membela Pandji menjadi suara penting yang menegaskan kritik menjadi bagian dari hak asasi dalam kebebasan berpendapat bagi setiap orang terutama di negara demokrasi seperti Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!