SketsaNusantara.id - Kabupaten Jember, Jawa Timur dilanda banjir besar yang menjadi salah satu musibah terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember pada hari Senin, 15 Desember 2025 memicu terjadinya bencana hidrometerologi.
Curah hujan tinggi menyebabkan dua sungai utama, yakni Sungai Bedadung dan Sungai Kalijompo meluap drastis yang merendam ratusan rumah warga di berbagai kecamatan.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Jember, Ratusan Warga Terdampak Akibat Cuaca Ekstrem
Salah satu kawasan yang terdampak cukup parah adalah Kampung Ledok di Kecamatan Kaliwates. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak luapan air sungai yang bercampur sampah menggenangi jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Genangan banjir setinggi pinggang orang dewasa yang masuk ke area pemukiman juga membuat sejumlah warga panik. Tak sedikit warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang penting dan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi.
Air dengan arus deras masuk ke pemukiman padat penduduk, termasuk sebagian wilayah Kelurahan Jember Kidul, Patrang, Tegal Besar, hingga Sumbersari.
Tak hanya itu, dampak terparah juga dirasakan di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Jembatan gantung yang menjadi akses utama penghubung antar desa dilaporkan ambruk total tergerus arus banjir.
Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id dari sejumlah video yang diunggah akun Instagram @jember24jam_, terekam momen ambruknya jembatan Jubung yang diawali dengan putusnya salah satu kabel baja utama yang tak lagi mampu menahan derasnya arus sungai yang membawa bambu serta kayu.
Jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga yang menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, dan akses layanan dasar.
Akibat ambruknya jembatan, ratusan keluarga di Desa Jubung terisolasi dan terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang kondisinya juga rawan longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat sedikitnya 1.271 kepala keluarga terdampak banjir di 20 lokasi berbeda.